Pada Jum’at, 27 Maret 2026, suasana hangat silaturahmi terasa di kediaman Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM.
Siang itu, jajaran Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PWM Jawa Timur berkunjung dalam rangka silaturahmi dan syawalan, sebuah tradisi yang tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menjadi ruang berbagi gagasan tentang penguatan dakwah Muhammadiyah melalui Cabang, Ranting dan masjid.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan perkembangan berbagai program yang tengah dijalankan oleh LPCRPM Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Ketua LPCRPM Jatim, Dr. Hasan Ubaidillah, memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan dalam rangka pengembangan Cabang dan Ranting serta secara khusus intervensi memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Ia didampingi oleh jajaran pengurus, di antaranya Ghozali selaku sekretaris, Ridho bidang pengembangan masjid, serta Sugeng, Taufiq, dan Riyan yang juga motor penggerak dalam penguatan program-program LPCRPM.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah rencana Pelatihan Marbot Masjid Batch ke-2 yang akan diselenggarakan di Masjid Al Fatah Tulungagung.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya LPCRPM Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas para marbot dan pengelola masjid, sehingga tata kelola masjid dapat berjalan lebih profesional, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.
Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Sukadiono menyambut baik laporan perkembangan program tersebut. Ia memberikan apresiasi atas inisiatif LPCRPM yang secara konsisten mengembangkan program pembinaan masjid, khususnya melalui pelatihan marbot.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus dikelola secara baik agar mampu menjadi pusat aktivitas umat yang hidup dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, beliau juga berharap agar program pelatihan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak masjid. “Harapannya semakin banyak takmir masjid yang ikut serta dalam pelatihan, sehingga kualitas pengelolaan masjid di lingkungan Muhammadiyah semakin baik,” ungkapnya.
Silaturahmi tersebut bukan sekadar pertemuan informal, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pimpinan wilayah dengan lembaga pengembangan cabang, ranting, dan masjid.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, masjid Muhammadiyah diharapkan tetap menjadi pusat dakwah yang hidup, tidak hanya ramai oleh ibadah ritual, tetapi juga aktif dalam pembinaan umat, pelayanan sosial, serta penguatan peradaban.
Dari ruang silaturahmi yang sederhana itu, lahir semangat bersama bahwa memakmurkan masjid adalah bagian dari gerakan dakwah yang tidak pernah berhenti. Dan melalui langkah-langkah kecil seperti pelatihan marbot, Muhammadiyah terus berupaya menjaga agar masjid tetap menjadi rumah umat, pusat pencerahan, dan simpul peradaban Islam yang berkemajuan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments