
PWMU.CO – Khatib Jumat, Taufiqur Rohman menyerukan jamaah agar Bersegera menuju surga Allah Swt, Jumat (04/04/2025). Hal ini disampaikan dalam khutbah Jumat di masjid Al-Huda Sumberjo Srono Banyuwangi yang diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Kepundungan.
Di awal khutbahnya khatib yang juga Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah. Karena atas nikmat-Nya sehingga dalam nuansa lebaran Idulfitri ini kita masih dapat menghadiri majelis Jumat ini.
“Semoga hadir kita di sini mendapatkan ridha dari Allah,” ujarnya.
Kemudian ia bershalawat dan mewasiatkan takwa kepada jamaah agar selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Selanjutnya khatib menyampaikan tema khutbah tentang pentingnya Bersegera menuju surga Allah. Sambil ia membacakan ayat dalam al-Quran Surat Ali Imran 133. Pada ayat tersebut dijelaskan perintah Allah agar bersegera menuju magfirah (ampunan) dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang sudah disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Untuk menuju surga Allah untuk tidak boleh menyantai. Laksana menunggu bulan jatuh dari langit. Tanpa ada usaha maksimal yang dilakukan. Namun untuk masuk surga dengan selamat harus melakukan upaya kesungguhan.
Menurutnya banyak cara yang dapat ditempuh oleh seorang muslim untuk dapat masuk surga tersebut. Di antara cara itu dapat dipahami pada hadits nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin Salam.
Hadits tersebut menjelaskan beberapa cara agar masuk surga dengan selamat. Antara lain, dengan menebar salam. Orang-orang yang bertakwa tidak cukup mengucap salam atau berjabat tangan, seperti saat kita ber-Hari Raya Idulfitri kali ini. Namun kita harus lebih menerjemahkan arti salam dalam kehidupan ini dengan lebih luas lagi, yakni dengan membuat suasana damai dalam peradaban dunia ini.
“Itulah yang dimaksud dengan menebarkan salam,” tandasnya.
Upaya berikutnya untuk menuju surga Allah adalah dengan menjalin silaturahmi. Kita berIdulfitri ini budaya yang baik, karena saling bermaafan antara satu dengan yang lain dan juga menghilangkan rasa dendam yang merusak amal salih.
Kemudian upaya berikutnya yang dapat ditempuh adalah dengan memberi makan kepada orang yang berkekurangan. Baru saja di bulan Ramadan yang lalu, kita mendapatkan pengajaran dari risalah zakat yang mendidik kita agar gemar berbagi kepada sesama.
Mengakhiri khutbahnya Taufiqur Rohman berpesan kepada jamaah untuk tetap istikamah shalat malam agar dapat masuk surga dengan selamat. (*)
Penulis Ghulam Bana Islama Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments