
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih sukses menyelenggarakan acara Khatmul Quran Pertama, Tartil Metode Ummi, dan Wisuda Tahfidz ke-VIII dengan penuh khidmat dan haru. Acara yang digelar pada hari Jumat, (20/6/2025) ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan siswa-siswi penghafal al Quran bersama kedua orang tua mereka.
Para peserta telah menyelesaikan hafalan juz 1, 2, 3, 29, dan 30 serta telah menguasai bacaan tartil dengan metode Ummi yang menjadi standar pembelajaran al Quran di sekolah. Acara ini merupakan hasil dari kolaborasi program pendidikan al Quran, sebagai berikut.
1. Metode Ummi sebagai kurikulum utama pembelajaran tartil di SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih.
2. Pendalaman al Quran melalui Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTA) Ngadiluwih.
3. Pendampingan Tahfidz harian oleh guru-guru SD Muhammadiyah 1.

Turut hadir dalam acara tersebut tamu kehormatan, antara lain: Camat Ngadiluwih, Kepala Desa Ngadiluwih, Perwakilan dari UMMI Daerah Kabupaten Kediri, dan Direktur Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTA) Ngadiluwih.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci al Quran secara bersama-sama oleh para wisudawan, dilanjutkan dengan prosesi wisuda, sambutan-sambutan, penampilan hafalan, serta penyerahan sertifikat dan penghargaan. Momen haru terpancar dari wajah para orang tua saat putra-putrinya melantunkan ayat-ayat al Quran yang telah mereka hafal.
Sebagai bentuk apresiasi dan semangat kebersamaan, panitia juga membagikan 20 doorprize menarik untuk para peserta dan tamu undangan.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam membangun generasi Qurani yang cinta ilmu, berakhlak mulia, dan memiliki dasar agama yang kuat.
“Kami berharap program ini terus berkelanjutan dan menjadi motivasi untuk anak-anak yang lain agar semakin semangat dalam belajar dan menghafal al Quran,” ujar beliau.
Acara ditutup dengan doa bersama dan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Semoga para wisudawan menjadi penerus umat yang menjunjung tinggi nilai-nilai al Quran dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Penulis Khoirul Anam Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments