Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khoiruman, Guru Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran yang Bersahaja Itu Telah Berpulang

Iklan Landscape Smamda
Khoiruman, Guru Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran yang Bersahaja Itu Telah Berpulang
pwmu.co -

PWMU.CO – Innalillahi wainailaihi rojiun, Kabar duka datang dari Keluarga besar Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran, Lamongan. Drs Khoiruman SPdI telah berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu (2/8/2025) diusianya yang ke-63 tahun di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.

Almarhum lahir di Lamongan pada 9 Maret 1962. Beliau meninggalkan dua orang putra, sementara sang istri tercinta telah lebih dahulu meninggal dunia. Semasa hidupnya, almarhum mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran. Terakhir, beliau tercatat sebagai guru Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 01 Pondok Modern Paciran.

Jenazah tiba di rumah duka di Jalan Pondok Paciran pukul 08.30 WIB. Warga masyarakat Paciran dan sekitarnya tampak hadir untuk takziyah. Tidak ketinggalan, segenap rekan dan kerabat guru Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran juga hadir di rumah duka.

Jenazah kemudian dishalatkan setelah Shalat Dhuhur di Masjid Al-Manar Paciran, dipimpin langsung oleh Mudir II Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran, KH Khusnul Abid. Setelah itu, jenazah diantar oleh ratusan pelayat menuju pemakaman di Pemakaman Sluwuk Paciran.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang amanah dan sangat istiqamah dalam menjalankan tugasnya sebagai guru. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi segenap keluarga besar Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, yang kehilangan sosok guru sekaligus rekan tercinta, seorang panutan yang bijak, pribadi yang sederhana, dan sangat bersahaja.

Dalam mauidhoh sebelum shalat jenazah, Khusnul Abid menyampaikan bahwa kematian adalah takdir Allah yang pasti.

“Kematian adalah janji yang pasti. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakannya, dan kita tidak pernah tahu kapan ia datang menjemput,” tuturnya.

Khusnul Abid juga menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan sosok penuntun, yang dalam diamnya mengajarkan kesabaran dan dalam ketegasannya meneguhkan iman kita.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya, Almarhum adalah cahaya bagi kita yang sering terombang-ambing dalam kegelapan, memberikan petunjuk dan bimbingan menuju jalan yang lurus. Kita bersedih karena fitrah manusia yang mencintai, sekaligus merasakan duka karena tak ada lagi kesempatan untuk bersilaturahmi kecuali melalui doa.

“Namun, dalam kesedihan ini, juga harus menemukan ketegaran. Kita harus ingat bahwa setiap perpisahan adalah bagian dari rencana Ilahi yang penuh hikmah. Kita harus percaya bahwa Allah memiliki rencana yang lebih baik bagi kita. Sesungguhnya, segala yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi, adalah atas izin dan ketetapan-Nya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khusnul Abid menyampaikan bahwa Bapak Khoiruman adalah sosok yang sangat bersahaja dan kini telah meninggalkan kita. Namun, warisan beliau, pengabdian tanpa batas, teladan yang beliau tanamkan, serta keikhlasan yang beliau tebarkan akan selalu hidup dalam diri kita.

“Mari kita lanjutkan perjuangannya dengan penuh keikhlasan dalam menyebarkan kebaikan,” ajaknya.

KH Khusnul Abid berharap semoga Allah merahmati almarhum, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, serta memberinya kedudukan yang mulia di akhirat kelak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu