Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khotbah Jumat: Empat Langkah Agar Spirit Ramadan Tak Pernah Padam

Iklan Landscape Smamda
Khotbah Jumat: Empat Langkah Agar Spirit Ramadan Tak Pernah Padam
Foto: iqraonline.com
Oleh : Moh. As Syakir Hasbullah Imam Masjid Ahmad Dahlan Sumodikaran Dander Bojonegoro
pwmu.co -

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
أما بعد : عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah Subhānahu wa Ta‘ālā, yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan sehingga kita masih diberi umur untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadan yang penuh berkah.

Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita kini telah melewati sepuluh hari pertama bulan Ramadan—hari-hari yang penuh rahmat. Dan kini kita melangkah ke hari-hari berikutnya yang tidak kalah mulia.

Ramadan adalah madrasah bagi jiwa kita. Di dalamnya kita dilatih untuk sabar, dibiasakan untuk ikhlas, dan diajarkan untuk bersyukur.

Namun pertanyaan penting bagi kita: setelah sepuluh hari berlalu, apakah semangat ibadah kita masih sama kuatnya? Ataukah mulai melemah perlahan?

Jangan sampai Ramadan hanya menjadi semangat di awal, lalu redup di pertengahan, dan hilang di akhir. Sebab hakikat Ramadan bukanlah nyala sesaat, tetapi cahaya yang harus terus hidup di dalam hati hingga setelah ia pergi.

Karena itu, agar spirit Ramadan tidak padam, marilah kita tempuh empat langkah penting dalam menjaga amal dan ketaatan.

Langkah pertama: menjaga kontinuitas ibadah (istikamah).

Ramadan telah membiasakan kita salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan bersedekah lebih rajin dari biasanya. Kebiasaan baik ini jangan berhenti ketika semangat mulai menurun.

Amal yang sedikit tetapi terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amal besar namun terputus.
Allah Subhānahu wa Ta‘ālā berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih.” (QS. Al-Ahqaf: 13)

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ayat ini menegaskan bahwa yang Allah cintai bukanlah semangat sesaat, tetapi ketaatan yang terus hidup sepanjang waktu.

Maka siapa yang mampu menjaga amalnya tetap berjalan setelah Ramadhan, dialah hamba yang benar-benar lulus dari madrasah Ramadhan.

Istikamah bukan berarti selalu banyak, tetapi selalu ada. Selalu salat tepat waktu, selalu ada tilawah walau sedikit, selalu ada sedekah walau kecil. Inilah tanda bahwa Ramadan tidak berhenti sebagai musim ibadah, tetapi berubah menjadi jalan hidup ketaatan.

Langkah kedua: memperkuat takwa dan keikhlasan.

Ramadhan mengajarkan kita menahan diri bukan karena manusia, tetapi karena Allah. Inilah hakikat takwa dan ikhlas.

Maka janganlah kita hanya menjadi hamba yang rajin di bulan Ramadan, tetapi kembali lalai setelahnya. Jadikan ketaatan sebagai kebutuhan hati, bukan sekadar kebiasaan musiman.

Allah SWT berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21)

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tujuan ibadah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi membentuk hati yang bertakwa. Jika setelah Ramadan kita masih rajin taat meski tidak dilihat manusia, itulah tanda ibadah kita benar-benar ikhlas karena Allah.

Sebab orang yang bertakwa tetap menjaga shalatnya walau tidak ada yang menilai, tetap jujur walau tidak ada yang mengawasi, dan tetap menjauhi maksiat walau ada kesempatan.

Maka, keberhasilan Ramadan bukan diukur dari ramainya ibadah di bulan ini saja, tetapi dari tetap hidupnya ketaatan setelah bulan ini berlalu.

Jika setelah Ramadan kita masih menjaga shalat, menjaga lisan, dan menjaga hati, itulah bukti takwa benar-benar tumbuh dalam diri kita.

Langkah ketiga: memperbanyak zikir dan tadabbur Al-Qur’an.

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Lisan kita basah dengan zikir, telinga kita akrab dengan tilawah, dan hati kita dekat dengan kalam Allah.

Maka, jangan sampai setelah Ramadan, Al-Qur’an kembali tertutup dan zikir kembali jarang terdengar. Hati yang hidup adalah hati yang selalu terhubung dengan Allah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Allah SWT berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًۭا كَثِيرًۭا ۝ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةًۭ وَأَصِيلًۭا

“Wahai orang-orang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak, dan bertasbihlah kepada-Nya pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41–42)

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ayat ini menunjukkan bahwa hati seorang mukmin tidak boleh jauh dari dzikir dan Al-Qur’an. Jika setelah Ramadhan lisan kita masih basah dengan zikir dan tangan kita masih membuka mushaf, maka itulah tanda hati kita masih hidup dengan cahaya Ramadan.

Sebab Al-Qur’an bukan hanya bacaan Ramadhan, tetapi petunjuk sepanjang kehidupan. dzikir bukan hanya amalan di masjid, tetapi napas hati seorang mukmin di setiap keadaan.

Siapa yang masih menyediakan waktu untuk tilawah walau sedikit, masih mengingat Allah di sela kesibukan, berarti ia sedang menjaga cahaya Ramadhan tetap menyala di dalam jiwanya.

Langkah keempat: menjaga kepedulian sosial dan semangat berbagi.

Ramadan melembutkan hati kita. Kita memberi makan, bersedekah, membantu yang kesulitan, dan merasakan penderitaan sesama.

Maka, jangan biarkan kepedulian itu ikut pergi bersama berlalunya Ramadhan. Sebab menolong sesama adalah jalan datangnya pertolongan Allah.

Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ … وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”
Jamaah yang dirahmati Allah.” ((HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa kebaikan kepada sesama bukan sekadar amal sosial, tetapi jalan datangnya pertolongan Allah dalam hidup kita.

Siapa yang tetap ringan bersedekah, tetap peduli, dan tetap membantu setelah Ramadhan, berarti hatinya benar-benar telah dilembutkan oleh Ramadan.

Ramadan yang berhasil adalah Ramadhan yang menjadikan kita lebih peka terhadap sesama, lebih mudah memberi, dan lebih ringan menolong.

Jika setelah Ramadan kita masih gemar berbagi, maka itulah tanda bahwa Ramadhan telah meninggalkan jejak kebaikan dalam hati kita.

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ramadan adalah bulan pelatihan jiwa. Ia melatih kesabaran, menumbuhkan syukur, dan menguatkan ketaatan.

Maka, jangan biarkan latihan yang telah kita jalani berhenti di pertengahan jalan. Ramadhan belum selesai. Pintu pahala masih terbuka. Ampunan Allah masih terbentang luas.

Jangan sampai di awal Ramadan kita bersemangat, tetapi di pertengahannya kita melemah. Jangan sampai masjid yang semula ramai kembali sepi.

Jangan sampai Al-Qur’an yang sering kita baca kembali tersimpan dan terlupakan. Ingatlah, Allah adalah Rabb yang kita sembah sepanjang waktu—di awal Ramadan, di akhir Ramadan, dan hingga akhir hayat kita.

Dengan menjaga empat langkah ini—istiqamah dalam ibadah, takwa dan keikhlasan, zikir dan Al-Qur’an, serta kepedulian sosial—semoga cahaya Ramadan tetap hidup di dalam hati kita.

Ia membimbing langkah kita, menguatkan kesabaran kita dalam ujian, dan menumbuhkan syukur kita dalam nikmat.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberi kita kekuatan untuk beristiqamah hingga Ramadhan berakhir dengan kebaikan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khotbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد
فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

Do’a Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ
!!!عِبَادَاللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu