الحمد لله الذي أنزل القرآن رحمة وهدى للعالمين، وجعله شفاء لما في الصدور، ونوراً للمؤمنين. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلّى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Takwa inilah yang akan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Al-Qur’an adalah cahaya bagi hidup kita. Barangsiapa menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan, ia akan mendapat kebahagiaan. Sebaliknya, barangsiapa berpaling darinya, maka hidupnya akan sempit. Allah menegaskan:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an), maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Mereka adalah ahli Qur’an, yaitu orang-orang yang menjadi keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
Betapa mulianya orang yang menjadikan Al-Qur’an bagian dari hidupnya. Ia bukan sekadar pembaca, tetapi juga pengamal dan pengajar.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar tumbuh cinta yang mendalam kepada Al-Qur’an:
Membaca secara rutin. Rasulullah saw bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Walau sedikit, bacaan yang konsisten lebih berharga daripada bacaan yang banyak namun terputus.
Mentadabburi isi Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Mengajarkan kepada keluarga. Rasulullah saw mengingatkan:
“Perhiasilah rumah kalian dengan shalat dan bacaan Al-Qur’an, dan jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Baihaqi)
Mengamalkan isi Al-Qur’an. Bacaan tanpa amal tidak akan memberi pengaruh. Rasulullah ﷺ adalah contoh nyata:
“Dan sesungguhnya akhlak Nabi adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim)
Jamaah sekalian,
Kita perlu berhati-hati agar tidak termasuk golongan yang diadukan Rasulullah ﷺ kepada Allah. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
“Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.’” (QS. Al-Furqan: 30)
Betapa rugi orang yang hidup bersama Al-Qur’an, tetapi tidak membaca, tidak memahami, dan tidak mengamalkan isinya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mari kita hidupkan kembali cinta kepada Al-Qur’an. Bacalah, tadabburi, amalkan, dan ajarkan kepada generasi penerus.
Jangan biarkan anak-anak kita lebih akrab dengan gawai daripada mushaf. Jadikan rumah kita bercahaya dengan tilawah Al-Qur’an.
Dan bagi jamaah yang ingin mencari cara praktis dan menyenangkan dalam belajar, khususnya untuk anak-anak, kini ada Metode Tajdied. Metode ini bukan hanya membantu membaca, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak dini.
Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai Ahlul Qur’an, keluarga Allah yang mulia. (*)
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.





0 Tanggapan
Empty Comments