الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa. Takwa bukan hanya hadir di lisan, tetapi hidup dalam hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di dalam Al-Qur’an terdapat satu surat yang sangat indah, menyentuh hati, dan sering dibaca oleh kaum muslimin, yaitu Surah Ar-Rahman. Dalam surat ini terdapat satu ayat yang diulang berkali-kali, bahkan sampai tiga puluh satu kali.
Allah SWT berfirman:
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ayat ini bukan sekadar pengulangan. Ia adalah pertanyaan yang menggugah hati manusia.
Setiap kali kita membaca ayat itu, seakan Allah bertanya langsung kepada kita: Nikmat mana lagi yang masih kamu ingkari?
Padahal jika kita renungkan, hidup kita setiap hari dipenuhi oleh nikmat yang tidak terhitung.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Surah Ar-Rahman dimulai dengan kalimat yang sangat indah:
الرَّحْمَٰنُ عَلَّمَ الْقُرْآنَ خَلَقَ الْإِنسَانَ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
“Yang Maha Pengasih. Dia telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia. Dia mengajarnya pandai berbicara.”
Perhatikan ayat ini. Allah menyebut Ar-Rahman – Yang Maha Pengasih sebelum menyebut penciptaan manusia. Seakan Allah ingin menegaskan bahwa keberadaan kita di dunia ini berdiri di atas rahmat dan kasih sayang-Nya.
Bahkan kemampuan berbicara yang kita miliki hari ini—kemampuan menyampaikan pikiran, berdiskusi, mengajar, menasihati—semua itu adalah nikmat besar dari Allah.
Namun sering kali manusia lupa.
Kita sering lebih mudah mengingat masalah daripada mengingat nikmat. Kita lebih mudah mengeluh daripada bersyukur.
Padahal jika kita merenung sejenak: Masihkah kita bisa bernapas dengan lega? Masihkah kita bisa berjalan dengan kaki kita? Masihkah kita memiliki keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mencintai kita?
Semua itu adalah nikmat yang luar biasa. Karena itu Allah SWT berfirman:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Tambahan nikmat yang Allah janjikan tidak selalu berupa harta. Kadang ia berupa ketenangan hati.
Ada orang yang hartanya banyak tetapi hatinya gelisah.
Ada orang yang hidup sederhana tetapi hatinya tenang. Perbedaannya sering kali bukan pada harta, tetapi pada rasa syukur.
Rasulullah saw adalah teladan dalam bersyukur. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa beliau sering salat malam hingga kakinya bengkak.
Ketika Aisyah bertanya mengapa beliau beribadah begitu lama, padahal dosa-dosanya telah diampuni, Rasulullah menjawab:
أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
“Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?”
Maka jelaslah bagi kita bahwa syukur bukan hanya ucapan Alhamdulillah, tetapi juga amal dan ibadah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khotbah Kedua
الحمد لله رب العالمين حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.
اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Salah satu hikmah dari pengulangan ayat dalam Surah Ar-Rahman adalah melatih hati manusia untuk selalu mengingat nikmat Allah.
Manusia adalah makhluk yang mudah lupa. Ia cepat mengingat luka, tetapi sering lupa pada nikmat. Padahal jika kita hitung, nikmat Allah tidak akan pernah mampu kita hitung.
Allah SWT berfirman:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. An-Nahl: 18)
Karena itu, setiap kali kita membaca ayat:
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Seharusnya kita menjawab dalam hati: Tidak ada satu pun nikmat-Mu yang kami dustakan, ya Allah.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita biasakan hidup dengan rasa syukur. Bersyukur dengan hati, bersyukur dengan lisan,
dan bersyukur dengan amal.
Gunakan kesehatan untuk beribadah. Gunakan ilmu untuk memberi manfaat. Gunakan harta untuk berbagi kepada sesama.
Semoga Allah menjadikan hidup kita penuh keberkahan dan hati kita dipenuhi rasa syukur.
Doa
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, حَمْدًايُّوَافِيْ نِعَامَهُ وَيُكَافِيْ مَزِيْدَةْ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمِ سُلْطَانِكَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَلَا تَجْعَلْهُ مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا فَنَضِلَّ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
.اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَل الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَل المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.






0 Tanggapan
Empty Comments