Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khutbah Idul Fitri di Wotansari Tekankan Jaga Lisan

Iklan Landscape Smamda
Khutbah Idul Fitri di Wotansari Tekankan Jaga Lisan
Abdul Rojak, S.Pd., M.PdI menyampaikan Khutbah Idul Fitri
pwmu.co -

Suasana khidmat dan penuh kemenangan menyelimuti lokasi pelaksanaan salat yang digelar di area terbuka tersebut. Meskipun dilaksanakan di halaman masjid, panitia telah mengatur saf dengan rapi, memisahkan jamaah laki-laki dan perempuan demi menjaga kekhusyukan ibadah tahunan ini.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Berlangsung Khidmat dan Tertib

Tepat pukul 06.00 WIB, rangkaian prosesi dimulai. Berdasarkan catatan panitia, tercatat sebanyak 255 jamaah hadir memenuhi halaman masjid, yang terdiri dari 115 jamaah laki-laki dan 140 jamaah perempuan. Kehadiran jamaah tahun ini menunjukkan antusiasme yang tinggi setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib pada kesempatan mulia ini adalah Bapak Abdul Rojak, S.Pd., M.Pd.I., Ketua Badan LAZISMU Gresik. Ia memimpin jalannya salat dua rakaat dengan sangat tenang, diikuti oleh seluruh jamaah yang tampak hanyut dalam doa dan penghambaan kepada Allah SWT.

Khutbah Idul Fitri Soroti Pentingnya Menjaga Lisan

Usai pelaksanaan salat, Abdul Rojak menaiki mimbar untuk menyampaikan khutbah Idul Fitri. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa esensi dari Idul Fitri adalah kembali kepada fitrah dengan bekal takwa yang telah ditempa selama Ramadan.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam materi khutbahnya adalah tentang kebaikan bertutur kata. Ia menyampaikan bahwa derajat ketakwaan seseorang tidak hanya diukur dari hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan sesama melalui lisan.

“Lisan adalah cerminan hati. Seorang yang bertakwa adalah mereka yang mampu menjaga lisannya dari kata-kata yang menyakiti, ghibah, maupun dusta. Di hari yang fitri ini, marilah kita memulai lembaran baru dengan menebar tutur kata yang thayyibah (baik), yang menyejukkan hati dan mempererat silaturahmi,” ujar Abdul Rojak di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan bahwa kata-kata yang baik adalah sedekah. Dalam interaksi sosial di Desa Wotansari, menjaga lisan dianggap sebagai pondasi utama untuk menjaga kerukunan antarwarga.

Kepala Desa Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong

Setelah rangkaian ibadah salat dan khutbah selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Wotansari, Bapak H. Hariyono, S.P. Dalam penyampaiannya, ia mengucapkan selamat Idul Fitri kepada seluruh warga yang hadir.

H. Hariyono mengapresiasi kerukunan warga Wotansari yang tetap terjaga sepanjang bulan suci Ramadan hingga hari kemenangan ini. Ia berharap semangat Idul Fitri dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun desa yang lebih maju dan harmonis.

“Kemenangan hari ini adalah kemenangan kita semua. Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga kondusivitas desa. Mari kita jadikan momentum ini untuk saling memaafkan dan memperkuat gotong royong,” tutur H. Hariyono.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Panitia Sampaikan Transparansi Infaq Ramadan Capai Rp66.010.000

Sesuai dengan susunan acara, agenda terakhir sebelum ramah tamah adalah sambutan dari panitia pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Selain mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan relawan yang membantu kelancaran acara, panitia juga melakukan transparansi publik terkait pengelolaan keuangan masjid.

Pihak panitia melaporkan secara detail perolehan pendapatan infaq dan sedekah yang terkumpul selama bulan Ramadan 1447 H. Transparansi ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada jamaah atas dana yang telah diamanahkan untuk kegiatan keagamaan dan pemeliharaan fasilitas Masjid Al-Hikmah.

Adapun rincian pendapatan infaq tersebut meliputi infaq harian selama salat tarawih, zakat mal dan sedekah khusus Ramadan, serta infaq kotak amal pada saat pelaksanaan Shalat Id. Total infaq yang berhasil terkumpul mencapai Rp66.010.000.

Panitia menyatakan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan dialokasikan kembali untuk kepentingan umat, termasuk penyantunan anak yatim di lingkungan desa dan renovasi bagian-bagian masjid yang membutuhkan perbaikan.

Acara Ditutup Doa Bersama dan Mushafahah Jamaah

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin kembali oleh Abdul Rojak, memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga Desa Wotansari agar dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang.

Setelah rangkaian acara formal berakhir, suasana haru menyelimuti halaman Masjid Al-Hikmah saat para jamaah saling bersalaman atau mushafahah. Senyum merekah di wajah para warga, menandakan beban dosa antar sesama telah dilebur dalam maaf yang tulus di pagi yang cerah tersebut.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di Desa Wotansari ini berjalan dengan tertib, aman, dan penuh makna, sekaligus mempertegas identitas desa sebagai komunitas yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan dalam bermasyarakat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡