Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di lapangan parkir Selecta, Kota Batu (Jumat, 20/3/’26), berlangsung khidmat. Bertindak selaku imam salat Ust. Zaid Haritsah dan khotib adalah Dr. H. Abdurrahman Said, M.A.
Dalam khotbahnya, Ustadz Abdurrahman Said menyampaikan bahwa ibadah puasa Ramadan merupakan sarana pelatihan jasmani dan rohani (riyadhoh) sekaligus pendidikan (tarbiyah) untuk menyucikan jiwa dan mengembalikan manusia pada fitrahnya yang suci.
Menurut khatib, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembentukan karakter. Ia menjelaskan bahwa terdapat delapan pelajaran utama dari puasa Ramadan, di antaranya keikhlasan dalam beribadah, kesadaran bahwa setiap perbuatan diawasi Allah (muraqabah), serta kesungguhan dalam melakukan kebaikan (mujahadah). Selain itu, puasa juga melatih disiplin waktu, membentuk pola hidup tertib, serta menumbuhkan kepekaan sosial melalui kepedulian terhadap sesama.
“Puasa mengajarkan kesabaran dan menjadi sarana tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa dari berbagai penyakit hati seperti kesombongan, ujub, dan dendam,” ungkapnya.
Dampak Sosial dan Spiritual
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa puasa memiliki dampak sosial dan spiritual yang besar. Ibadah ini tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga membangun kesalehan sosial serta mengikis sifat rakus dan tamak. Ramadan juga melatih umat Islam untuk memiliki mental memberi, sejalan dengan prinsip bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
Puasa membentuk kesalehan individu dan kesalehan sosial. Ibadah ini menumbuhkan semangat untuk mencegah hal-hal yang merusak, sekaligus mendorong perbuatan-perbuatan mulia serta dukungan terhadap hal-hal yang menyelamatkan. Pada akhirnya, semua itu akan bermuara pada terbentuknya kesalehan sosial.
Dengan demikian, puasa mengembalikan manusia pada fitrahnya. Di momen Idulfitri ini, manusia yang telah kembali pada fitrahnya diharapkan mampu menjaga kesucian jiwa, memperkuat keimanan, serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi titik awal untuk terus istiqamah dalam kebaikan, mempererat ukhuwah, dan menebar manfaat bagi sesama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments