
PWMU.CO – Suasana haru dan semangat keilmuan menyelimuti Masjid Al Jihad Muhammadiyah Payaman, Ahad (13/7/2025), saat Pondok Pesantren Al Jihad Muhammadiyah Payaman, Solokuro, Lamongan, menggelar kegiatan Khutbah Ta’aruf untuk menyambut 33 santri baru Tahun Ajaran 2025/2026.
Lebih dari sekadar perkenalan, Khutbah Ta’aruf adalah momen membangun jalinan ruhiyah antara santri, ustadz, dan para pengurus pondok. Juga sebagai wahana menyampaikan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dan visi besar pondok dalam membentuk generasi Islam berkemajuan.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci al-Qur’an yang menggugah hati, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari para tokoh penting. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Payaman, Ustadz Habib Sholeh.
“Santri bukan hanya penuntut ilmu, tapi juga calon pemimpin umat. Di pondok ini, kalian akan digembleng bukan hanya untuk pintar, tapi juga untuk menjadi pribadi yang bermanfaat,” pesan Habib Sholeh dengan penuh penekanan.
Dia juga menekankan pentingnya membentuk karakter yang kokoh dalam akidah, kuat dalam akhlak, serta tangguh dalam dakwah dan amal sosial. Menurutnya, pondok pesantren adalah kawah candradimuka pembentukan pemimpin masa depan.
Menempuh Jalan Jiwa, Menyongsong Masa Depan
Sambutan berikutnya datang dari Ustadz Rif’an, Ketua Pengurus Pondok Pesantren Al Jihad Muhammadiyah Payaman. Ia menyoroti bahwa belajar di pesantren adalah proses pembentukan jiwa yang tidak selalu mudah, tetapi selalu bermakna.
“Belajar di pesantren adalah perjalanan jiwa. Tidak selalu mudah, tapi pasti bermakna. Jangan lelah belajar, dan jangan pernah menyerah berjuang,” ucapnya memberi semangat.
Ia juga mengingatkan para santri untuk menjaga niat, semangat, dan kedisiplinan. Sebab ketiganya adalah bekal utama yang akan membimbing mereka dalam menjalani kehidupan pondok dengan tekun dan istiqamah.
Generasi Harapan Umat
Sambutan terakhir disampaikan oleh Ustadz Tsaqifa Nur Ramadhan. Dengan gaya yang lembut namun penuh motivasi, beliau mengajak seluruh santri untuk memulai perjalanan menuntut ilmu ini dengan niat yang tulus dan hati yang ikhlas.
“Kalian adalah generasi harapan. Mari kita mulai dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat. Insya Allah, Allah akan memudahkan setiap langkah kalian di pondok ini,” ujar beliau.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi perkenalan antara santri baru dan para pengurus pondok. Ramah tamah yang penuh kehangatan menandai dimulainya babak baru bagi 33 santri baru dalam menjalani hari-hari di Pondok Pesantren Al Jihad Muhammadiyah Payaman.
Dengan semangat Khutbah Ta’aruf ini, diharapkan para santri mampu menapaki jalan ilmu, iman, dan amal dengan penuh keyakinan dan keberanian. Karena dari pondok inilah, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin umat yang berakhlak mulia dan berpikir tajdid. (*)
Penulis Fahrur Rizal Hasan Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan





0 Tanggapan
Empty Comments