Kata Syifa’ berasal dari kata syafa-yasyfii yang berarti adalah penyembuh, ada juga yang mennerjemahkannya sebagai obat. Dalam Al-Qur’an terdapat empat ayat yang menyebutkan kata syifa’ yakni surat Yunus ayat 57, surat An-Nahl ayat 69, Al-Isra’ ayat 82, dan surat Fusshilat ayat 44.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A, saat mengisi Kajian Pencerah yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya bersama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan.
Bertempat di depan SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, kegiatan yang digelar pada Ahad (28/9/2025) ini diikuti lebih dari 1000 jamaah.
KH Saad Ibrahim menyampaikan bahwa dari keempat kata syifa yang disebutkan, tiga di antaranya merujuk pada Al-Qur’an.
“Ketiga kata syifa’ yakni dalam surat Yunus, Al-Isra’, dan Fusshilat, ketiganya mengacu kepada Al-Qur’an yang berperan sebagai obat. Sedangkan yang dalam surat An-Nahl itu mengacu pada salah satu fungsi dari madu,” ujarnya.
Kata syifa’ yang disebutkan dalam surat Yunus ayat 57, surat Al-Isra’ ayat 82, dan surat Fusshilat ayat 44 berkaitan dengan proses penyembuhan jiwa.
“Apa artinya? Semestinya kita memperhatikan kesehatan jiwa kita tiga kali lebih banyak dibandingkan kesehatan fisik,” tegas Kiai Saad.
“Selama jiwa kita sehat, maka fisik juga akan mengikuti. Bahkan, dalam lagu Indonesia Raya menyebutkan ‘Bangunlah Jiwanya’ yang mengharuskan kita memperhatikan kesehatan jiwa,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa pentingnya kesehatan jiwa mengacu pada bagaimana jiwa yang sehat akan mengajak pada perbuatan yang baik dan benar.
“Jika potensi psikis tidak sehat, maka tidak mungkin orang akan bersemangat untuk hadir jauh-jauh ke sini demi mendengarkan tausiah agama,” terangnya.
Maka dari itu, ujarnya, marilah kita jaga kesehatan jiwa kita. Jangan sampai kita tergoda dengan bisikan setan yang terkutuk, yang selalu berupaya untuk menanamkan rasa waswas ke dalam jiwa manusia.
“Semoga kita bisa menjagi insan yang senantiasa menjaga kesehatan jiwa dengan memperbanyak membaca dan memahami isi Al-Qur’an,” tutup Kiai Saad. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments