Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kiat Sukses Raih Kemenangan setelah Berpuasa Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Kiat Sukses Raih Kemenangan setelah Berpuasa Ramadan
Halalbihalal PCM Jabung Kabupaten Malang bersama Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr Nurul Humaidi, Sabtu (11/04/2026). (Istimewa/PWMU.CO).
pwmu.co -

PCM Jabung Kabupaten Malang menyelenggarakan Halalbihalal di Masjid Aisyah Radhiyallahu Anha Kemantren Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.

Berlangsung Sabtu (11/04/2026) pukul 08.00 WIB, Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr Nurul Humaidi, memberikan tausiyah dalam kegiatan ini.

Humaidi mengawali tausiyahnya dengan mengatakan bahwa ada dua macam nikmat. Yaitu nikmat yang kelihatan dan nikmat yang tidak terlihat oleh mata kita.

Misalnya, makanan di depan mata itu adalah nikmat yang kelihatan. Dan nikmat yang tidak kelihatan adalah nikmat aliran darah yang mengalir dalam tubuh kita. Menurut Nurul, manusia terkadang kita lupa mensyukurinya.

“Bulu mata, sudah ditentukan materialnya oleh Allah. Bulu mata akan tumbuh dan berhenti sesuai ukurannya, walaupun sering dipotong, dia akan tumbuh sesuai ukuran yang telah ditetapkan oleh Allah” terang Nurul.

“Oleh karena itulah nikmat Allah yang sangat besar, tapi kata Allah, sedikit sekali hambaku yang bersyukur. Oleh karena itu mari Menjadi hamba yang mudah bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita” ajaknya.

Bulan Perjuangan

Menurut Nurul, Idul Fitri merupakan penegasan bahwa bulan Ramadan itu bulan perjuangan, menahan nafsu, lapar dan haus.

“Karena kita ingin mempertahankan capaian kita selama bulan ramadan, sepanjang hidupnya ingin menjadi manusia yang berkualitas, maka kita ingin selepas bulan Ramadan, semua ibadah bisa kita tingkatkan lagi” tuturnya.

“Minimal bisa mempertahankan ibadah-ibadah yang sudah kita lakukan selama bulan Ramadan” ujarnya.

Ibadah paling inti di bulan ramadan adalah puasa. Sebagaimana telah umum diketahui, puasa adalah ibadah latihan menahan diri dalam hidup, menahan lapar, haus dan berhubungan suami istri antara terbit fajar Sampai terbenamnya matahari.

“Puasa itu intinya latihan menahan diri karena kelemahan terbesar manusia terletak pada ketidak mampuannya untuk menahan diri” tambah Nurul.

“Ini dilambangkan dalam kisah Nabi Adam, ketika diletakkan di surga bersama istrinya, boleh menikmati semuanya kecuali mendekati pohon kuldi” kisahnya.

Nabi Adam digoda oleh iblis lalu melanggar larangan Allah, akibatnya Nabi Adam diusir oleh Allah dari surga.

Ini, lanjut Nurul, melambangkan karakter dasar manusia, karena Adam serakah tidak puas dengan semua yang dimilikinya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Kalau tidak bisa menahan diri, akan jatuh secara tidak terhormat. Siapapun punya potensi untuk jatuh, Adam punya potensi untuk jatuh, apalagi kita yang bukan siapa-siapa.

Bulan Pendidikan

Lebih lanjut, Nurul menyampaikan bahwa puasa adalah Bulan pendidikan yang intinya untuk belajar menahan diri dari keserakahan.

Manusia punya watak serakah, selalu merasa kurang dan kurang. “Maka inilah yang Allah latih untuk menahan diri, maka kualitas kita tidak tergantung pada rasa haus dan lapar tetapi latihan menahan diri, setelah selesai bulan Ramadan bisa menahan diri dari keserakahan” pesannya.

Puasa melatih kita untuk menuju taqwa merasakan kehadiran ke-Maha Hidupan Allah.

“Maka taqwa itu kita gunakan di kantor, maka tidak ada pejabat yang mengambil bukan haknya. Karena dia sadar, bahwa Allah itu hadir. Dia tidak sanggup melakukan perbuatan-perbuatan yang Allah murka” terang Nurul.

Capaian orang yang berpuasa adalah ampunan dari Allah. Dosanya terbakar habis, hangus tidak tersisa, seperti bayi yang baru lahir semua tingkah polanya menyenangkan dan membahagiakan orang lain.

“Bayi itu kalau ngompoli yang menimang-nimang, maka ia tetap bahagia karena bayi tidak punya salah dan dosa” tutur Nurul.

Orang yang selesai puasa Ramadan, ujarnya, maka kata-katanya selalu menyenangkan orang lain, tapi kalau kata-katanya menyakiti orang lain, maka puasanya masih dipertanyakan.

Nurul bercerita, ada seorang perempuan, ia rajin bangun sholat malam, rajin berpuasa, senang melakukan kebaikan-kebaikan. Tetapi ia juga suka menyakiti hati tetangganya lewat lisannya. Maka kata Rasulullah ia ahli neraka.

Dan sebaliknya, maka ia termasuk ahli surga, maka seluruh ibadah-ibadah yang kita lakukan awalnya untuk mendekati kepada Allah. Maka tanda-tanda ini diterima oleh Allah, yaitu tidak pernah menyakiti hati orang lain.

“Tanda haji mabrur, setelah pulang dari ibadah haji suka memberi makan dan berkata baik, tidak suka menyakiti hati orang lain. Tanda ibadah puasa diterima adalah mampu menahan diri dari keserakahan” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 14/04/2026 00:53
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡