Ada suasana haru menyelimuti halaman Asrama Putri Reguler Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (16/8/2025).
Acara Napak Tilas Pendiri menjadi momen pembuka rangkaian Milad ke-40 tahun Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Cabang Lamongan sekaligus Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah.
Salah satu yang paling berkesan dalam acara ini adalah kesaksian Toni Ahyat, putra KH M Syukron, salah seorang pendiri PAM Cabang Lamongan.
Ia hadir memberikan testimoni penuh makna di hadapan Ketua PDM Lamongan Drs KH Shodikin MPd, Ketua PCM Lamongan KH Drs Saifuddin Zuhri MAg, serta jajaran pendiri dan keluarga besar Al Mizan.
Dibersamai Orang-Orang Baik
Dalam sambutannya, Toni Ahyat mengenang perjuangan sang ayah.
“Alhamdulillah, Abah Syukron dibersamai orang-orang baik. Jadi bukan hanya Abah yang membesarkan panti, tapi juga para sahabat beliau saat itu hingga sekarang. Tanpa kebersamaan itu, Abah tidak ada apa-apanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, berkat kebersamaan itu, panti yang dulu hanya mengasuh sedikit anak kini tumbuh menjadi lembaga besar dengan ratusan santri dan anak asuh.
Hidup untuk Panti
Kenangan masa kecil juga ia bagikan dengan penuh kehangatan. Saat berusia delapan tahun, Toni melihat sendiri bagaimana hampir seluruh waktu ayahnya tercurahkan untuk Panti Asuhan.
“Mulai Subuh sampai Maghrib, Abah selalu di Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Lamongan ini,” kenangnya.
Bahkan ketika duduk di bangku SMA, Toni turut membantu ayahnya. Ia menjaga toko sekaligus membuat sistem interkom sederhana agar bisa memantau dan berkomunikasi dengan para santri di panti.
Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf
Di akhir testimoni, Toni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih keluarga atas undangan untuk hadir dalam acara bersejarah ini.
“Kami sekeluarga berterima kasih telah diundang. Mohon maaf bila selama hidup Abah Syukron ada kesalahan yang mungkin belum termaafkan. Semoga Allah Swt melimpahkan rahmat dan nikmat untuk beliau di akhirat,” ucapnya dengan suara bergetar.
Testimoni ini menjadi pengingat kuat, bahwa berdirinya Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Lamongan bukan hanya hasil kerja keras seorang pendiri, melainkan buah dari sinergi orang-orang baik yang ikhlas mengabdi untuk umat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments