Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah ‘Bang Tato’ Yang Hijrah dan Kekuatan Narasi yang Membuat Bertahan Hidup

Iklan Landscape Smamda
Kisah ‘Bang Tato’ Yang Hijrah dan Kekuatan Narasi yang Membuat Bertahan Hidup
pwmu.co -
Fahd Pahdepie saat menyampaikan motivasi di Mastama IMM UMM. (Izzudin/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pentingnya narasi menjadi bahasan menarik dalam kegiatan Masa Taaruf Mahasiswa Baru (Mastama) dan Seminar Nasional, di Aula Teknik Gedung Kuliah Bersama (GKB 3) UMM, Sabtu (8/9/18).

Menurut Fahd Pahdepie—penulis dan entrepreneur muda—narasi adalah bentuk pertarungan yang nyata di dunia ini. Kekuatan narasi yang dibangun, kata dia, dapat membuat seseorang bisa bertahan hidup.

“Cerita adalah daya tawar kita. Cerita adalah sesuatu yang membuat kita bertahan hidup. Anda bisa berada di sini karena kualitas cerita dari hidup Anda,” ujarnya menyemangati sekitar 900 mahasiswa baru dari seluruh fakultas di UMM.

Fahd mengajak peserta seminar untuk percaya dengan kekuatan gagasan. Bila tidak dikelola dengan benar, ujarnya, gagasan mampu menghasilkan tindakan yang salah.

Fahd, yang saat kuliah juga seorang Immawan—sebutan untuk kader IMM—kemudian membagikan kisah ‘Bang Tato’ yang merupakan kisah nyata seorang preman pasar yang telah berhijrah.

“Dalam kasus radikalisme-terorisme, orang-orang seperti Bang Tato banyak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menjadi panglima,” kata dia.

Melalui kisah Bang Tato, Fahd ingin agar peserta, sebagai generasi milenial, bisa mengambil hikmah bahwa gagasan yang ada dalam pikiran seseorang bisa membuat mereka berubah dan membawa perubahan. “Terlepas dari perubahan itu baik atau buruk,” ucapnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Kekuatan narasi, sambungnya, bisa mengubah orang. “Seperti halnya Bang Tato, dia punya status baru, dia bisa pindah dari yang dulunya dianggap sampah masyarakat menjadi orang yang mempunyai pekerjaan dan seterusnya,” terangnya.

Fahd Pahdepie (kiri) memberikan kenangan buku di Mastama IMM UMM. (Izzudian/PWMU.CO)

Kegiatan bertema Peran Mahasiswa dalam Menjawab Tantangan di Era Milenial tersebut adalah bentuk perkenalan mahasiswa baru pada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Sri Yunita Mauliza, mahasiswa Jurusan Psikologi asal Lombok  yang menjadi peserta di acara tersebut mengungkapkan kepuasannya.

“Ini sangat mendidik, menarik, dan memotivasi. Pembicara yang didatangkan pun tak tanggung-tanggung, banyak sekali hal-hal yang pelajari pada seminar ini,” ucapnya. (Izzudin)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡