Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Haru Perempuan Penyintas, Wa Ode Herlina Tak Kuasa Menahan Air Mata

Iklan Landscape Smamda
Kisah Haru Perempuan Penyintas, Wa Ode Herlina Tak Kuasa Menahan Air Mata
Kisah Haru Perempuan Penyintas, Wa Ode Herlina Tak Kuasa Menahan Air Mata. Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Politisi DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, tak kuasa menahan haru saat menyaksikan langsung perjuangan perempuan penyintas dalam kegiatan Pondok Ramadan yang digelar Rumah Sakinah Muhammadiyah di Jakarta.

Suasana penuh empati langsung terasa sejak awal kegiatan, ketika para peserta yang merupakan perempuan dari kelompok rentan membagikan kisah hidup mereka yang penuh perjuangan.

Harapan di Balik Kisah Perempuan Penyintas

Sebanyak 40 peserta Pondok Ramadan diketahui merupakan warga binaan yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korban perdagangan orang, hingga perempuan marjinal perkotaan.

Beberapa di antaranya juga berasal dari kawasan rumah susun di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kisah-kisah tersebut menggambarkan realitas sosial yang masih dihadapi sebagian perempuan di perkotaan, sekaligus menunjukkan semangat mereka untuk bangkit dan mandiri.

Air Mata dan Refleksi Wakil Rakyat

Mendengar langsung pengalaman para peserta, Wa Ode Herlina tampak terharu hingga menitikkan air mata.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus refleksi atas kurangnya perhatian terhadap masyarakat lapisan bawah.

“Kami mohon maaf karena mungkin selama ini belum sepenuhnya menyentuh ibu-ibu yang berjuang di akar rumput. Kami sering disibukkan dengan pembangunan makro,” ujarnya dengan suara terbata-bata.

Ia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah yang dinilai konsisten menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Komitmen Perkuat Pemberdayaan

Pada kesempatan tersebut, Wa Ode Herlina menyatakan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan Rumah Sakinah Muhammadiyah.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas program pemberdayaan perempuan serta perlindungan kelompok rentan di wilayah DKI Jakarta.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Program Ramadan Berbasis Pemberdayaan

Kegiatan Pondok Ramadan tahun ini mengusung tema “Ramadan Berdaya: Membangun Kemandirian dan Memuliakan Martabat Warga Rentan”.

Berbagai materi disampaikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kesehatan reproduksi perempuan, pemberdayaan ekonomi digital, peluang bisnis, pendidikan keluarga, hingga penguatan spiritual Ramadan.

Kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemberdayaan dan penguatan nilai spiritual.

Perkuat Spiritual dan Kemandirian

Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, M. Arif An, menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan harus didukung dengan fondasi spiritual yang kuat.

“Pemberdayaan harus diimbangi dengan spiritual yang kuat agar terbentuk kesalehan pribadi dan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi para warga binaan.

Penutupan Penuh Makna

Kegiatan Pondok Ramadan ditutup secara resmi dengan pesan inspiratif yang mengajak seluruh peserta untuk tetap optimistis dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan penyintas tidak hanya membutuhkan dukungan kebijakan, tetapi juga perhatian dan kepedulian bersama dari berbagai pihak.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡