Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Izzi, dari Kairo ke Surabaya untuk Menjemput Prestasi Fashmu 2025

Iklan Landscape Smamda
Kisah Izzi, dari Kairo ke Surabaya untuk Menjemput Prestasi Fashmu 2025
Izzi ketika meraih juara 3 Pildacil Fashmu 2025. Foto: Istimewa/PWMU.CO

Perhelatan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) 2025 menyisakan banyak cerita inspiratif. Salah satunya datang dari sosok kecil penuh semangat bernama Izzudin Abdussalam Al-Qohiri, peserta dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk. Bocah berusia sembilan tahun itu baru saja kembali dari Kairo, Mesir, dan kini menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Aisyiyah Kertosono, Nganjuk.

Izzi—sapaan akrabnya—menjadi salah satu peserta dalam kategori lomba Pilihan Dai Cilik (Pildacil). Dengan penuh percaya diri, ia mewakili PDM Nganjuk dan tampil membawakan tema yang menurutnya penting bagi anak-anak seusianya.

“Saya mengangkat tema ‘Pentingnya Menuntut Ilmu’ supaya teman-teman bisa lebih semangat belajar,” ujarnya polos namun penuh makna.

Latihan yang rutin dan pembawaan yang mantap membuahkan hasil manis. Izzi berhasil meraih juara tiga dalam ajang Fashmu 2025. Wajahnya berseri ketika menerima penghargaan di atas panggung.

“Meski nggak juara satu, nggak apa-apa. Saya seneng banget dan nggak nyangka bisa dapat juara,” tutur Izzi dengan senyum lebar, matanya berbinar penuh kebanggaan.

Sang ayah, Dliya’ul Muflichin, turut mendampingi putranya selama perlombaan berlangsung. Dalam perbincangan santai, Dliya’ul menceritakan perjalanan panjang keluarga mereka setelah kembali dari Mesir.

“Sepulang dari Mesir tahun 2018, waktu itu Izzi baru berusia dua tahun. Kami langsung berusaha mengurus semua administrasi untuk proses naturalisasinya,” kenangnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menurutnya, proses tersebut tidak mudah. Banyak berkas yang harus disiapkan dan berbagai tahapan yang harus dilewati. Namun berkat ketekunan dan doa, usaha itu akhirnya membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, kurang dari setahun proses naturalisasi selesai. Izzi akhirnya bisa bersekolah secara formal di Indonesia,” ujarnya dengan nada lega.

Kini, Izzi tumbuh menjadi anak yang cerdas dan penuh semangat belajar. Di MI Aisyiyah Kertosono, ia dikenal aktif dan mudah bergaul dengan teman-temannya. Meski telah berstatus warga negara Indonesia, sang ayah masih menyimpan cita-cita besar untuk masa depan putranya.

“Kalau Allah mengizinkan, saya ingin Izzi bisa kembali ke Mesir suatu hari nanti, untuk menempuh pendidikan tinggi di sana. Biar dia bisa menimba ilmu di negeri para ulama,” tutur Dliya’ul dengan penuh harap.

Kisah kecil Izzi di ajang Fashmu 2025 bukan hanya tentang prestasi. Lebih dari itu, ia menjadi potret semangat seorang anak yang tak gentar menghadapi tantangan, serta bukti nyata bahwa pendidikan dan ketulusan orang tua mampu mengantarkan anak menuju masa depan yang gemilang. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡