Kemeriahan dan rasa syukur mewarnai Balai Kecamatan Dander pada Selasa pagi (10/2/2026). Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) mengikuti prosesi penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 yang dimulai pukul 09.00 WIB. Agenda ini menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa di tiga desa, yakni Desa Jatiblimbing, Desa Karangsono, dan Desa Sumberagung.
Acara penutupan dihadiri Ketua STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Ns. Sudalhar, M.Kep., Camat Dander Teguh Wibowo, S.H., M.H., para kepala desa dari ketiga wilayah sasaran, dosen pembimbing lapangan, serta tokoh masyarakat setempat. Mahasiswa peserta KKN berasal dari Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit dan S1 Gizi.
Program Unggulan “TARI MODUS LETTING” Jadi Sorotan
Salah satu capaian utama yang mendapat perhatian dalam penutupan tersebut adalah implementasi program unggulan bertajuk “TARI MODUS LETTING”. Akronim ini merupakan singkatan dari Ternak Ayam Mandiri dengan Modal Usaha Sampah menghasilkan Lele Terintegrasi Gizi. Program tersebut dirancang sebagai sistem ketahanan pangan sirkular berbasis rumah tangga.
Pelaksanaan program diawali dengan pemanfaatan sampah sebagai fondasi mekanisme “MODUS”. Mahasiswa mengidentifikasi potensi limbah botol dan gelas plastik yang sebelumnya belum memiliki nilai guna. Melalui sistem pengumpulan rutin, penimbangan, serta kerja sama transparan dengan pengepul lokal, sampah anorganik tersebut dikonversi menjadi modal usaha kolektif.
“Dari sampah organik maupun anorganik bisa kita berdayakan menjadi suatu hal yang berguna. Sampah anorganik seperti botol plastik dapat kita jual, lalu uangnya dapat kita investasikan untuk budi daya ayam dan lele. Sementara untuk sampah organiknya dapat kita gunakan sebagai pakan ternak,” jelas Dr. Ns. Sudalhar, M.Kep., dalam sambutannya.
Program Ternak Ayam Mandiri (TARI) difokuskan pada penguatan kemandirian pangan sekaligus peningkatan ekonomi rumah tangga melalui budi daya ayam secara mandiri. Jenis ayam yang digunakan adalah ayam Mardi yang memiliki keunggulan dwi fungsi, yakni sebagai ayam petelur dan pedaging.
Keunggulan tersebut menjadikan program lebih adaptif dan berkelanjutan karena mampu memenuhi kebutuhan protein keluarga serta membuka peluang tambahan pendapatan.
Adapun unsur “LETTING” diwujudkan melalui budi daya ikan lele dalam galon bekas dengan sistem akuaponik sederhana. Pemanfaatan barang bekas ini menunjukkan bahwa peningkatan gizi keluarga dapat dilakukan tanpa memerlukan lahan luas maupun biaya besar.
Sebagai bentuk hilirisasi program, mahasiswa S1 Gizi mengembangkan produk olahan berupa Rolade Padat Gizi yang memanfaatkan ayam, lele, serta sayuran hasil sistem akuaponik tersebut.
Apresiasi Pemerintah Kecamatan Dander
Camat Dander, Teguh Wibowo, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas dampak program yang dinilai mampu mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih produktif dan peduli lingkungan.
“Program yang diusung oleh adik-adik mahasiswa ini sangat efisien untuk kehidupan di desa. Mereka berhasil menanamkan pemikiran bahwa apa yang selama ini kita anggap kecil atau bahkan sampah, ternyata dapat berdaya guna tinggi jika dikelola dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Penutupan KKN STIKES Maboro 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pengabdian. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam program ini menghadirkan sistem pemberdayaan yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan limbah hingga penguatan ketahanan pangan berbasis gizi di tingkat desa.






0 Tanggapan
Empty Comments