Suasana selepas shalat Maghrib di masjid dan mushalla Desa Kerinci Kanan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, kini terasa lebih hidup. Lantunan ayat suci al-Quran yang dibacakan anak-anak menggema, menjadi bukti nyata keberhasilan program Gerakan Magrib Mengaji (Germaji).
Program yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMas) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini hadir untuk menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat dengan menitikberatkan pada pendidikan al-Quran bagi generasi muda.
Program ini resmi dimulai serentak di seluruh masjid dan mushalla desa pada Sabtu (2/8/2025). Pelaksanaannya diawali dengan pembagian kelompok, di mana para mahasiswa KKNMas menyebar ke berbagai rumah ibadah untuk membimbing anak-anak belajar mengaji, mulai dari tingkat Iqra’ hingga al-Quran.
Metode bimbingan yang diterapkan dirancang interaktif dan menyenangkan, sehingga anak-anak merasa nyaman dan tidak mudah bosan. Setiap kelompok mahasiswa juga membawa modul pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak-anak di mushalla maupun masjid masing-masing.
Kegiatan Germaji dilaksanakan setiap hari, dimulai setelah shalat Maghrib berjamaah hingga menjelang waktu shalat Isya. Waktu sekitar satu jam ini dimanfaatkan secara optimal untuk mengajarkan dasar-dasar tajwid, makharijul huruf, serta cara membaca al-Quran dengan baik dan benar.
Tujuan utama program ini adalah menanamkan kecintaan terhadap al-Quran sejak dini, sekaligus mengisi waktu luang antara Magrib dan Isya dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah. Upaya ini sejalan dengan semangat memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Salah satu ustadz di Mushalla Al-Fattah, Daroji, menyambut hangat sekaligus memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang digagas para mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKNMas membawa energi baru bagi anak-anak untuk lebih giat belajar mengaji.
“Kami sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya program Germaji dari adik-adik mahasiswa. Anak-anak menjadi lebih semangat datang ke mushalla, bahkan ada yang sudah menunggu kedatangan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini berhasil menghidupkan kembali kegiatan mengaji sore yang sempat meredup.
Selain itu, Kepala Desa Kerinci Kanan, Syarifuddin, juga memberikan dukungan penuh.
“Program ini adalah contoh nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat. Saya berharap Germaji dapat menjadi agenda rutin desa, bahkan setelah mahasiswa KKNMas kembali ke kampus,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya berfokus pada pengajaran teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman seperti kedisiplinan, kebersamaan, dan akhlak mulia. Mereka berinteraksi langsung dengan anak-anak, mendengarkan cerita, serta memberikan motivasi agar tetap bersemangat dalam menuntut ilmu agama.
Germaji tidak hanya menjadi sarana belajar mengaji, tetapi juga jembatan silaturahmi yang mempererat ikatan antara mahasiswa KKNMas dan masyarakat Desa Kerinci Kanan. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam membina generasi Qurani di tengah masyarakat, sekaligus meninggalkan jejak inspiratif yang diharapkan dapat terus berlanjut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments