Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Klinik Muhammadiyah Kedungadem Unggul di Jatim, Siap Jadi RS Tahun 2026

Iklan Landscape Smamda
Klinik Muhammadiyah Kedungadem Unggul di Jatim, Siap Jadi RS Tahun 2026
pwmu.co -
Dari Balai Pengobatan ke Rumah Sakit: Transformasi Klinik Muhammadiyah Bojonegoro(Istimewa/PWMU.CO)
Dari Balai Pengobatan ke Rumah Sakit: Transformasi Klinik Muhammadiyah Bojonegoro(Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO Klinik Rawat Inap Utama Muhammadiyah Kedungadem, Bojonegoro, tengah bersiap naik kelas menjadi rumah sakit pada tahun 2026. Fasilitas kesehatan milik Muhammadiyah ini terus menunjukkan performa gemilang sejak berdiri pada 1 September 2003.

Berlokasi sekitar 35 km dari pusat kota Bojonegoro, klinik ini awalnya hadir sebagai Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin (BPRB) dan beroperasi selama lebih dari satu dekade sebelum bertransformasi menjadi klinik rawat inap tipe utama pada 2017.

“Dulu kami memulai dari fasilitas yang sangat sederhana. Tapi semangat untuk melayani umat di Kedungadem tidak pernah padam,” ungkap dr Haryono, Pimpinan Klinik Muhammadiyah Kedungadem, Jumat (25/4/2025).

Transformasi tersebut tidak hanya memperluas jenis layanan, tetapi juga menjadi awal dari langkah besar menuju peningkatan kualitas. Sebagai konsekuensi status baru, klinik mulai menghadirkan layanan spesialis serta membentuk unit rawat jalan terpisah bernama Klinik Pratama Rawat Jalan Muhammadiyah Kedungadem 2.

Tingginya permintaan pelayanan terlihat dari angka Bed Occupancy Rate (BOR) tahun 2024 yang mencapai 116 persen. Klinik dengan kapasitas 37 tempat tidur ini juga mencatat kunjungan rawat inap sebanyak 3.494 pasien, rawat jalan spesialis 2.906 pasien, serta rawat jalan umum 1.468 pasien.

“Kadang kami terpaksa merujuk pasien karena keterbatasan kapasitas. Tapi ini sekaligus menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kami sangat tinggi,” jelasnya.

Klinik yang berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter persegi ini tak menjadikan keterbatasan sebagai alasan. Justru dari situ, inovasi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas.

“Kami memilih berinvestasi pada SDM. Sejak 2019, kami menyekolahkan dokter muda untuk mengambil spesialis kandungan di Universitas Sebelas Maret. Kini beliau telah lulus dan siap kembali mengabdi,” ungkap dr Haryono.

Langkah serupa terus berlanjut. Dua calon spesialis paru dan bedah umum diberangkatkan pada 2022. Tahun berikutnya, tenaga IT dan D3 rekam medis juga dikirim untuk studi lanjut demi mendukung digitalisasi layanan.

Hingga tahun 2024, total lima tenaga profesional disiapkan untuk memperkuat layanan kandungan, paru, bedah, hingga radiologi. Rencana tahun 2025 pun tak kalah ambisius: menyekolahkan dua kader untuk menjadi spesialis anak dan penyakit dalam.

“Kami memberikan beasiswa penuh dengan satu syarat: pengabdian seumur hidup di Muhammadiyah. Loyalitas tidak bisa dibeli, tapi dibina,” tegasnya.

Digitalisasi pun menjadi perhatian utama. Klinik Muhammadiyah Kedungadem kini hampir sepenuhnya paperless dengan penerapan Electronic Medical Record (ERM) yang sudah mencapai 90 persen.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Dengan ERM, pelayanan menjadi lebih cepat, data lebih akurat, dan proses administrasi lebih efisien,” imbuhnya.

Prestasi klinik ini juga patut diapresiasi. Pada 2023 dan 2024, Klinik Muhammadiyah Kedungadem dinobatkan sebagai Klinik Terbaik se-Jawa Timur versi BPJS. Selain itu, MPKU PWM Jatim juga memberi penghargaan sebagai Klinik Utama Terbaik tahun 2024.

Manajemen pun tak lupa memberikan apresiasi kepada para pegawai berdedikasi. Salah satunya dengan memberangkatkan umrah sepasang suami istri yang dinilai menunjukkan loyalitas tinggi dalam bekerja.

“Bekerja dengan hati pasti akan terlihat hasilnya. Dan kami ingin menghargai itu,” ucapnya.

Dua karyawan klinik kini bahkan menjadi surveyor nasional dari Lembaga Akreditasi Puskesmas Klinik dan Laboratorium Indonesia (LAPKLIN)—sebuah bukti pengakuan atas kualitas SDM Muhammadiyah di level nasional.

Kini, Klinik Muhammadiyah Kedungadem tengah menyusun roadmap menuju rumah sakit: memperkuat SDM, mengembangkan sistem layanan, dan menyempurnakan fasilitas seperti ruang operasi, ICU, dan NICU.

Visi mereka sederhana tapi dalam: Melayani Sehangat Keluarga. Semangat ini tak sekadar jadi slogan, tapi dihayati dalam setiap tindakan dan sentuhan layanan.

“InsyaAllah, 2026 kami siap menjadi rumah sakit Muhammadiyah pertama di Kedungadem,” pungkas dr Haryono. (*)

Penulis Agus Wahyudi Co-Editor Ahmad Sa’dan Husaini Editor Wildan Nanda Rahmaatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu