Kantor Layanan Lazismu (KLL) Benjeng menegaskan komitmennya dalam menyukseskan program kurban tahun ini dengan menghadiri Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Kurban 1447 H.
Acara yang mengusung tema “Kurban Hebat, Umat Kuat: Maksimalkan Potensi dan Luaskan Manfaat” ini merupakan agenda kegiatan Lazismu Daerah Gresik yang bertempat di Villa Graha Umsida, Trawas, pada Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh perwakilan seluruh KLL di bawah naungan Lazismu Gresik.
Momentum ini menjadi ajang konsolidasi untuk merancang strategi penghimpunan kurban yang lebih masif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua 4 Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu Gresik, Muflihun, menyampaikan apresiasi mendalam atas kinerja seluruh kantor layanan.
Ia mengungkapkan bahwa penghimpunan dana selama bulan Ramadan 1447 H berhasil menembus angka Rp5,1 miliar.
Capaian impresif ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi para pengurus untuk mencapai target program kurban.
“Semoga di momentum KurbanMu ini kita bisa mencapai target, Tetap semangat, mari kita gali strategi penghimpunan baru yang lebih kreatif agar target dapat terlampaui,” tegas Muflihun.

Hadir sebagai narasumber inspiratif, Dewan Pengawas Syariah Lazismu Wilayah Jawa Timur, Agus Lukman Hidayat, yang menekankan pentingnya paradigma RTI dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
RTI yang dimaksud adalah Revitalisasi semangat gerakan, Transformasi kualitas pengelolaan, dan Inovasi dalam metode penghimpunan.
Ia juga memotivasi peserta dengan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 286, mengingatkan bahwa setiap amanah yang diberikan Allah pasti terukur sesuai kemampuan hamba-Nya.
Minal Abidin, Branch Manager Lazismu Gresik, kemudian memaparkan skema teknis pelaksanaan kurban tahun ini.
Lazismu menawarkan dua model utama: kurban kemasan dan kurban konvensional.
Kurban kemasan melalui produk inovatif seperti RendangMu dan BaksoMu dengan maksud untuk memperpanjang masa simpan dan mempermudah distribusi ke daerah pelosok.
Sementara kurban konvensional tetap terfasilitasi melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), masjid-masjid, hingga penyaluran ke daerah tertinggal dan mancanegara.
Melengkapi materi tersebut, Plt. Manajer Program Lazismu Jawa Tengah, Ronny Megas Sukarno, S.S., S.M., M.M., CFR., berbagi kiat sukses penghimpunan berbasis kolaborasi.
Ia memperkenalkan konsep “satu pintu” dan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan profil lembaga di mata publik.
Konsep satu pintu ini penerapannya berbasis wilayah dengan pembagian prosentase.
Beberapa daerah seperti Sragen, Wonogiri dan Rembang telah menerapkannya.
“Kurangi ego sektoral, perkuat ta’awun (saling menolong). Sinergi dengan PCM dan Majelis Dikdasmen harus diperkokoh, terutama dalam mengelola potensi kurban di lingkungan sekolah dan masjid Muhammadiyah,” jelas Ronny.
Menurutnya, komunikasi internal melalui pertemuan rutin bulanan adalah kunci agar seluruh lini KLL dapat tumbuh bersama secara organik.
Melalui Rakorsus ini, KLL Benjeng optimis dapat menerapkan ilmu dan strategi untuk memastikan ibadah kurban tahun ini memberikan manfaat yang lebih merata, profesional, dan berkelanjutan bagi umat.***





0 Tanggapan
Empty Comments