
PWMU.CO – Sebagai wujud kepedulian terhadap ketangguhan masyarakat dalam menghadapi situasi bencana, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember kembali menegaskan peran strategisnya. Kali ini, melalui pendampingan langsung kepada Mahasiswa Profesi Ners (Ners Muda) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember dalam kegiatan praktik lapangan Manajemen Bencana.
Kegiatan ini dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Cakru dan Desa Paseban, pada Selasa (3/6/2025). Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari anggota Desa Tangguh Bencana (Destana), perangkat desa, hingga masyarakat setempat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan tertib. Materi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta triase penyelamatan korban bencana disampaikan melalui pendekatan praktik langsung. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, mulai dari sesi simulasi Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), pemilahan korban berdasarkan tingkat kegawatan, hingga pelatihan teknik pembidaian yang dilaksanakan secara khusus di Desa Paseban.

Koordinator Ners Muda Desa Paseban, Nasilia Afkarina Putri SKep menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan MDMC dan semua unsur desa.
“Terima kasih banyak kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai unsur. Acara hari ini berjalan lancar, dengan materi tentang Bantuan Hidup Dasar dan triase penyelamatan korban bencana yang diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh peserta,” ujarnya.
Tak hanya mahasiswa dan relawan, kegiatan ini juga diramaikan oleh kolaborasi lintas elemen, antara lain Relawan Muhammadiyah Cakru dan Kencong, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Jember, Puskesmas Cakru, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Paseban, serta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan warga desa. Semua pihak bersatu dalam suasana belajar yang guyub namun penuh keseriusan.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat mulai memahami pentingnya tindakan cepat dan tepat saat menghadapi krisis.
“Dulu kami hanya tahu kalau pingsan atau tenggelam itu posisinya sungsang (kepala di bawah), sekarang kami tahu cara melakukan CPR dan mengenali siapa yang harus ditolong terlebih dahulu,” ungkap Anggota MDMC Jember yang turut serta dalam pelatihan, A Laili.
Penulis Khoirul Fahri Arrijal Editor Ni’matul Faizah


0 Tanggapan
Empty Comments