Kegiatan gladen jidor yang diselenggarakan oleh kelompok Jidor Golden Star bersama anggota jidor Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, berlangsung pada Kamis (2/4/2026) di kediaman Gondo Waloyo, Jalan Raya Sutho, Sendangagung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana Syawal 1447 H yang masih diwarnai nuansa Idulfitri dan Halalbihalal.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 personel Jidor Golden Star serta sejumlah seniman, di antaranya Sucipto, Nadhim, dan Sarianto. Selain itu, hadir pula 10 anggota jidor yunior dari Pemuda Bersinar PRPM Sendangagung. Pertemuan antara pemain jidor senior dan yunior ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus latihan bersama dalam memainkan seni tradisional khas daerah setempat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memainkan berbagai alat musik tradisional yang terdiri atas delapan rebana atau terbang, gendang, sepasang jidor, serta dilengkapi dengan alat musik gamelan Jawa. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi anggota yunior untuk meningkatkan kemampuan dalam memainkan alat musik perkusi tradisional.
Sekretaris PRPM Sendangagung yang juga penabuh terbang yunior, Salman Ahsanul Khuluq, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan untuk berkolaborasi dengan para pemain senior. Ia mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui kegiatan tersebut.
“Kesempatan ini sangat mahal, saya sangat senang bisa main bereng bersama mereka para legend, dari para senior kita bisa melihat langsung bagaimana mereka main alat musik perkusi tersebut, semoga mereka pinaringan sehat dan terus berkarya melestarikan budaya kearifan lokal masyarakat Sendang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kundono, pemain jidor senior yang juga dikenal memiliki kemampuan memainkan gambang serta sebagai dalang wayang kulit di wilayah tersebut. Ia menilai kegiatan latihan bersama dapat meningkatkan kemampuan para pemain yunior.
“Makin sering main bareng kayak gini, mempercepat performa tampilan jidor Pemuda Bersinar, ayo lebih semangat ajak pemuda yang lainnya, in sya Allah bisa karena hanya butuh memperbanyak jam terbang saja,” tuturnya.
Selain menjadi ajang latihan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum Halalbihalal. Tuan rumah, Gondo Waloyo, menyuguhkan hidangan khas Idulfitri berupa ketupat dari daun lontar atau siwalan yang disajikan bersama sayur opor ayam dan sate. Hidangan tersebut dilengkapi dengan sambal parutan kelapa dan jagung khas daerah setempat.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Rangkaian acara ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan antaranggota dan peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mempererat hubungan antarpemain jidor, tetapi juga melestarikan seni tradisional sebagai bagian dari budaya masyarakat Sendangagung. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments