Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kolokium Doktoral FISIP UMM: Bahas Demokrasi, K-Pop, dan Dinamika Adopsi Anak

Iklan Landscape Smamda
Kolokium Doktoral FISIP UMM: Bahas Demokrasi, K-Pop, dan Dinamika Adopsi Anak
Foto bersama Kolokium Fisip UMM (Hassan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Seminar dan Kolokium Doktoral, Senin (29/9/2025). Acara ini menghadirkan beragam topik menarik, mulai dari refleksi nilai dalam demokrasi, dinamika adopsi anak, hingga fenomena budaya K-Pop di kalangan anak muda.

Hadir sebagai pembicara utama, Prof Dr Phil Sukri MSi, Guru Besar Studi Demokrasi sekaligus Dekan FISIP Universitas Hasanuddin, yang menyoroti pentingnya integritas dan kebajikan dalam praktik demokrasi.

Demokrasi Butuh Kebijaksanaan

Menurut Prof Sukri, demokrasi sejatinya lahir dari prinsip kedaulatan rakyat sebagaimana terkandung dalam semboyan vox populi vox dei — suara rakyat adalah suara Tuhan. “Demokrasi adalah ekspresi rakyat untuk mewujudkan kebebasan sekaligus kebaikan bersama,” jelasnya.

Ia menekankan, gagasan kebebasan individu sebagaimana dikemukakan Locke dan kehendak umum menurut Rousseau harus berjalan seimbang. Namun, sebagaimana diingatkan Hobbes, manusia juga bisa menjadi “serigala bagi manusia lainnya” (homo homini lupus). Karena itu, demokrasi memerlukan aturan moral agar tidak kehilangan arah.

“Berhati-hatilah dalam berdemokrasi, karena demokrasi membutuhkan kebijaksanaan,” pesan Prof Sukri. “Sebagus apa pun sistem yang dibuat, jika dijalankan tanpa integritas, hasilnya tidak akan seperti yang diharapkan—seperti yang digambarkan dalam film Oppenheimer.”

Adopsi Anak: Antara Kecemasan dan Harapan

Topik menarik juga datang dari Dr Winda Hardyanti MSi, dosen Ilmu Komunikasi UMM, yang memaparkan hasil riset berjudul “Adopsi Anak: Antara Kecemasan dan Harapan.”

Menurutnya, proses adopsi bukan sekadar urusan legalitas, tetapi juga perjalanan emosional penuh dinamika. “Keputusan untuk mengadopsi anak sering muncul dari harapan memiliki keluarga utuh dan kasih sayang baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, kunci keberhasilan proses ini ada pada komunikasi empatik dan dukungan emosional yang kuat. “Ketika anak masuk ke dalam struktur keluarga, orang tua perlu menyesuaikan peran, membangun kesadaran diri, serta menjaga keharmonisan relasi melalui empati dan mindfulness,” ujarnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Bagi Dr Winda, adopsi merupakan wujud cinta dan penerimaan tanpa syarat yang memperkaya makna keluarga. “Adopsi bukan akhir dari harapan, tapi awal dari perjalanan cinta baru,” tambahnya.

K-Popers dan Identitas Baru Anak Muda

Sementara itu, Dr Nurudin MSi memaparkan hasil penelitian bertajuk “Behind the Glamour: Identitas Baru K-Popers.” Ia mengulas bagaimana gelombang budaya Korea (Hallyu) membentuk gaya hidup dan identitas sosial anak muda di Indonesia.

Fenomena ini, menurutnya, tidak lepas dari kemajuan teknologi Korea Selatan yang sejak 1990-an berhasil menembus pasar global—mulai dari industri teknologi seperti Samsung hingga musik K-Pop yang merambah berbagai aspek kehidupan.

“Budaya Korea kini memengaruhi gaya berpakaian, kosmetik, makanan, hingga cara berinteraksi di media sosial,” jelasnya. Namun, ia juga menyoroti sisi positifnya. “K-Popers memiliki solidaritas tinggi dan kepedulian sosial, misalnya dalam aksi penggalangan dana bencana,” tambahnya.

Menurut Dr Nurudin, dominasi budaya Korea di Indonesia terjadi karena keberanian industri Korea mengekspor produk dan mengontrol pasar budaya global. “Mereka bukan hanya menjual hiburan, tapi juga cara hidup yang menjadi identitas baru bagi banyak anak muda,” ujarnya.

Kolokium Doktoral FISIP UMM ini memperlihatkan luasnya spektrum kajian sosial yang digarap kampus. Dari nilai-nilai demokrasi hingga dinamika budaya populer, semuanya berakar pada semangat UMM untuk terus menghadirkan ilmu yang relevan dengan perubahan zaman.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡