Sebagai Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, saya memandang bahwa keputusan pemerintah untuk tetap memprioritaskan pembelajaran tatap muka merupakan langkah strategis dalam menentukan arah masa depan pendidikan serta kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.
Pertama, kami mengapresiasi pemerintah yang telah mendengar aspirasi masyarakat. Lebih dari itu, keputusan ini harus dilihat sebagai bagian dari upaya besar dalam menyiapkan generasi unggul Jawa Timur yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan mental.
Kedua, pembelajaran tatap muka bukan sekadar metode pendidikan, melainkan instrumen pembentukan peradaban. Interaksi langsung antara guru dan siswa menjadi ruang utama untuk menanamkan nilai disiplin, etika, kepemimpinan, dan tanggung jawab—yang merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang kompetitif di masa depan.
Ketiga, jika Jawa Timur ingin melompat lebih jauh dalam persaingan nasional maupun global, maka kualitas pendidikan tidak boleh dikompromikan. Ketergantungan yang berlebihan pada pembelajaran daring berpotensi menciptakan kesenjangan kualitas SDM, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses dan fasilitas.
Keempat, kita harus jujur bahwa masa depan Jawa Timur sangat ditentukan oleh kebijakan pendidikan hari ini. Jika proses pembelajaran tidak berjalan optimal, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas lulusan, tetapi juga daya saing daerah dalam jangka panjang.
Kelima, oleh karena itu, kami menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka harus menjadi arus utama dalam sistem pendidikan, dengan tetap menjadikan pembelajaran daring sebagai opsi darurat dalam situasi luar biasa, seperti pandemi.
Kami juga mendorong agar kebijakan ini diikuti dengan peningkatan kualitas guru, pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, serta penguatan kurikulum yang adaptif terhadap tantangan zaman.
DPRD Jawa Timur, khususnya Komisi E, akan memastikan bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.
Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang hari ini, melainkan tentang menentukan masa depan Jawa Timur.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.





0 Tanggapan
Empty Comments