
PWMU.CO – Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan anak usia dini di lingkungan pendidikan, Komunitas Belajar PAUD Kecamatan Sumbersari menggelar Workshop Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diikuti oleh 146 guru PAUD se-Kecamatan Sumbersari.
Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Pelita Hati, Jalan Koptu Berlian 88A, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember pada Rabu, (30/4/2025). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap rendahnya pemahaman pendidik PAUD dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah.
“Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman tentang pengurangan risiko bencana sejak dini,” ungkap Ketua Komunitas Belajar PAUD Kecamatan Sumbersari, Dra Ernawati MPd sekaligus penggagas kegiatan.

Dalam workshop ini, para peserta dibekali dengan sejumlah materi, antara lain:
- Konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana, oleh Sri Wahyuni MKep, SpKepKom
- Pertolongan pertama gawat darurat, oleh Khoirul Fahri Arrijal SKed dan Moh Saifur Rijal Amd Kep.
- Simulasi bencana gempa bumi yang dipandu oleh Moh Agus Shofarudin SPd (Farud) dan A Syahir, serta didampingi tim Germapena FIKES UM Jember.
Yang menarik, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi multipihak antara Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jember, dan komunitas Germapena FIKES UM Jember.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan keterlibatan dari unsur akademisi, organisasi kemanusiaan, dan komunitas lokal.
Dengan pendekatan yang interaktif dan aplikatif, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang sesuai dengan kebutuhan sekolah-sekolah PAUD.
“Harapan kami, setelah mengikuti workshop ini, para guru dapat menularkan ilmunya kepada rekan-rekan guru lainnya dan kepada anak didiknya. Dengan demikian, budaya siaga bencana bisa mulai tertanam sejak usia dini,” ujar Ketua MDMC Jember, Moh. Agus Shofarudin SPd.
Penulis Khoirul Fahri Arrijal Editor M Tanwirul Huda





0 Tanggapan
Empty Comments