Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Konsep Gerakan Ekonomi Muhammadiyah di Era Modern

Iklan Landscape Smamda
Konsep Gerakan Ekonomi Muhammadiyah di Era Modern
Oleh : Aghniaqila Silvia Mahasiswa Prodi Akuntansi – Universitas Muhammadiyah Gresik
pwmu.co -

Di tengah dinamika ekonomi Indonesia yang terus berubah, Muhammadiyah hadir bukan hanya sebagai gerakan dakwah dan pendidikan, tetapi juga sebagai gerakan ekonomi yang memiliki visi besar.

Semangat kemandirian dan pemberdayaan ekonomi telah menjadi bagian integral dari perjalanan Muhammadiyah sejak awal berdirinya.

Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa kemajuan umat tidak dapat hanya bersandar pada spiritualitas, melainkan juga pada kekuatan ekonomi yang kuat dan berkeadilan.

Sebagai mahasiswa yang hidup di era digital penuh peluang, memahami gerakan ekonomi Muhammadiyah menjadi refleksi penting untuk masa depan.

Salah satu sumber kekuatan ekonomi Muhammadiyah adalah kemampuan organisasi dalam membangun amal usaha secara mandiri.

Rumah sakit, sekolah, panti asuhan, universitas, hingga koperasi dan lembaga keuangan mikro menjadi bukti nyata; gerakan ekonomi Muhammadiyah bukan sekadar teori.

Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tersebut tidak hanya mendukung keberlangsungan organisasi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kemandirian ekonomi bukan semata-mata soal profit, tetapi tentang menciptakan manfaat yang berkelanjutan.

Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki hubungan erat dengan kelas menengah Indonesia.

Banyak kader dan simpatisan Muhammadiyah berasal dari kelompok masyarakat yang memiliki akses pada pendidikan dan peluang ekonomi yang lebih baik.

Keberadaan kelas menengah ini menjadi pendorong penting bagi gerakan ekonomi Muhammadiyah.

Kelas menengah yang cerdas, moderat, dan memiliki kesadaran sosial dapat menjadi motor penggerak perubahan.

Namun sisi lainnya, kelas menengah juga menghadapi tantangan budaya konsumtif dan gaya hidup serba instan yang kadang bertentangan dengan nilai kemandirian ekonomi.

Inilah yang membuat gerakan ekonomi Muhammadiyah perlu terus didorong dengan nilai keikhlasan dan kebermanfaatan.

Tidak dapat dipungkiri, gerakan ekonomi Muhammadiyah juga mengalami pasang surut.

Perubahan regulasi pemerintah, kompetisi pasar, hingga perubahan pola konsumsi masyarakat membuat banyak AUM harus menyesuaikan diri.

Beberapa koperasi dan usaha kecil Muhammadiyah pernah mengalami kendala manajemen, kurangnya inovasi, hingga minimnya kader ekonomi yang siap turun langsung.

Tantangan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dakwah ekonomi memerlukan pengelolaan profesional, manajemen modern, dan kemampuan adaptasi yang kuat. Di era industri 4.0, stagnasi bukan opsi atau pilihan.

Karena itu, Muhammadiyah secara kontinyu berinovasi untuk menemukan model gerakan ekonomi yang lebih relevan.

Salah satu model yang kini mulai dikembangkan di Muhammadiyah adalah digitalisasi amal usaha dan penguatan ekosistem ekonomi syariah.

Melalui teknologi, pemasaran, administrasi, hingga layanan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Model lain adalah kolaborasi dengan UMKM, pengembangan kewirausahaan sosial, serta penguatan koperasi modern.

Pendekatan ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memperluas dampak sosial di masyarakat.

Pada momentum ini, mahasiswa sebagai generasi digital sangat mungkin bisa menjadi bagian penting dari kebaruan model ekonomi Muhammadiyah ini.

Pada momentum ini, mahasiswa sebagai generasi digital memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dari pembaruan model ekonomi Muhammadiyah.

Sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik, penulis memandang nilai-nilai gerakan ekonomi Muhammadiyah patut menjadi inspirasi fundamental dalam kehidupan sehari-hari.

Kemandirian, kejujuran, profesionalitas, dan kebermanfaatan adalah nilai universal yang bisa diterapkan, bahkan oleh mahasiswa yang belum memiliki usaha.

Langkah nyata bisa dimulai dari mengelola keuangan dengan bijak, mendukung produk lokal, aktif dalam kegiatan kewirausahaan kampus.

Selain itu juga mempelajari manajemen dasar. Semua itu adalah langkah kecil menuju kemandirian ekonomi.

Refleksi pentingnya adalah bahwa ekonomi tidak harus bermakna sebagai bisnis raksasa, tetapi sebagai kemampuan bertanggung jawab dan tidak menggantungkan diri pada orang lain.

Gerakan ekonomi Muhammadiyah adalah sebuah estafet perjalanan panjang yang generasi muda harus terus mengembangkannya.

Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, dakwah ekonomi memerlukan inovasi, kolaborasi, dan visi jangka panjang.

Mahasiswa berada di posisi strategis untuk menjadi agen perubahan tersebut.

Ketika ilmu yang dipelajari diselaraskan dengan nilai gerakan Muhammadiyah, maka akan lahirlah generasi yang cerdas secara akademik, mandiri, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Gerakan ekonomi Muhammadiyah bukan hanya sekadar warisan sejarah, melainkan sebuah amanah yang berjalan berkelanjutan.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu