
PWMU.CO – Kuliah santri bersama Prof Maksum Radji MBiomed seorang pakar mikrobiologi dari Universitas Indonesia bertema bahaya Mikroplastik terhadap lingkungan dan kesehatan yang diselenggarakan di Masjid Babussalam Socah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Babussalam Socah dengan jumlah total santri 60 orang serta jamaah warga sekitar yang sangat antusias, Senin (09/06/2025).
Dalam penyampaiannya, Prof Maksum menjelaskan bahwa mikroplastik — partikel plastik berukuran sangat kecil — kini telah menjadi ancaman serius bagi ekosistem bumi dan kesehatan manusia.
“Mikroplastik ditemukan di laut, sungai, tanah, udara, bahkan dalam makanan dan air minum kita. Ini bukan sekadar isu lingkungan, tapi sudah menyentuh aspek biologis dan medis,” jelas beliau.
Potensi Bahaya Mikroplastik
Dari perspektif kesehatan, Prof Maksum menyoroti potensi bahaya mikroplastik yang dapat memicu inflamasi, hingga risiko gagal jantung. Ia juga menyampaikan hasil riset terbaru yang menunjukkan adanya partikel mikroplastik dalam jaringan tubuh manusia, termasuk darah dan plasenta, dalam ukuran bahkan lebih kecil lagi-nanopartikel, sebuah temuan yang sangat mengkhawatirkan.
Dampak-dampak penggunaan plastik yang membahayakan terhadap kesehatan membuat Prof Maksum selalu pembina pondok pesantren Babussalam Socah juga merasa khawatir terhadap kesehatan santri dengan penggunaan air mineral isi ulang dengan galon yang digunakan berulangkali.
Berdasarkan saran dari Prof Maksum, Pondok Pesantren Babussalam Socah berencana akan segera mencari alternatif-alternatif seperti mengganti galon air minum dengan teknologi purifikasi anti mikroplastik terbaru, mengganti semua alat-alat sehari-hari non plastik, dan sampai usaha zero plastik.
Tak hanya secara ilmiah, Prof. Maksum juga mengaitkan isu ini dengan ajaran Islam. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT. “Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 56: ‘Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya’.
Kajian ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis, mencerminkan kepedulian jamaah terhadap isu mikroplastik yang kian mengkhawatirkan. Banyak yang terinspirasi untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan lebih selektif dalam memilih produk sehari-hari.
Kajian malam itu bukan sekadar menambah wawasan, tapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. (*)
Penulis Abdillah Safa dan Hosiana Alda Rizky Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments