Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kultum Duhur ala MTsM dan MAM Takerharjo Solokuro Lamongan

Iklan Landscape Smamda
Kultum Duhur ala MTsM dan MAM Takerharjo Solokuro Lamongan
Murid MTsM dan MAM Takerharjo salat berjamaah duhur di musala Al Basyir. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Murid MTsM dan MAM Takerharjo Solokuro Lamongan diharuskan mengikuti jamaah dan kultum duhur selama Ramadan 1447 H pukul 12.00-13.00 WIB.

Pada waktu salat duhur tiba, siswa terbaik suaranya menyerukan azan. Mereka adalah Akmal (Rabu), Agam (Kamis), Kholil (Sabtu), Nugi (Ahad), Ardhan (Senin), dan Afdal (Selasa). Siswa bertugas azan secara bergiliran.

Jamaah dianjurkan menjawab azan sebagaimana yang dibaca muazin. Kecuali pada ucapan hayya alas salat dan hayya alal Falah, jamaah membaca laa haula wala quwata illa billahi.

Selepas itu muazin dan pendengar bersalawat kepada nabi sekaligus berdoa yang dipandang penting. Kemudian jamaah salat sunah qabliyah atau tahiyatul masjid. Mereka tidak duduk sebelum salat 2 rakaat. Sementara itu siswi dan ibu guru yang haid berada dibarisan belakang sekaligus mengawasi atau menjaga kekhusyukan salat berjamaah.

Berikutnya muazin iqamah. Bapak guru menjadi imam salat sesuai jadwal. Mereka adalah M Khozin, Nurfain, Afif Anhar, Kunawi, Mushlihin, Yazidul Khoir, Naufal Yulian Akbar, dan Budi Setiawan.

Selepas itu imam menghadap ke arah makmum memimpin zikir. Imam beralasan. Orang yang berzikir seperti orang yang selalu mengusap kaca bening yang sudah bersih dan mengkilap. Salat diibaratkan cahaya yang menyinari hati. Karenanya zikir seperti mengusap cermin hati sehingga lebih mengkilap.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selanjutnya jamaah salat sunah bakdiyah. Mereka mengerjakan sendirian, tanpa jamaah dengan berdiri. Lantas bapak guru memandu kultum secara langsung atau live streaming. Ada 3 penceramah dari murid setiap harinya. Murid yang tidak hadir, wajib mengganti dihari yang lain.

Materi kultum dirangkum dalam buku tulis setiap murid. Lalu ditanda tangani oleh guru pendamping. Tujuannya murid mampu menggunakan unsur kebahasaan lisan atau tulis yang baik dan benar.

Lebih dari itu satu ayat yang disampaikan menjadi sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh. Lagian berpahala dan akan terus mengalir di kehidupan dunia dan setelah meninggal. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu