
PWMU.CO – Penceramah kultum Tarawih masjid An-Nur Genteng, Taufiqur Rohman menyampaikan 2 syarat utama agar puasa Ramadhan diterima oleh Allah Swt, Ahad (02/03/2025).
Pukul 18.45 Wib, masjid An-Nur yang beralamatkan di Jalan Dewata Genteng Banyuwangi itu sudah mulai dipadati oleh jamaah yang akan melaksanakan shalat Tarawih. Mereka terdiri dari jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon 1. Baik jamaah laki-laki dan jamaah perempuan.
Sebelumnya mereka melaksanakan shalat Isya berjamaah terlebih dulu. Kemudian dilanjutkan dengan shalat iftitah 2 rakaat. Pelaksanaan shalat Tarawih di masjid An-Nur ini dengan menggunakan cara 4 rakaat salam, 4 rakaat salam dan ditutup dengan 3 rakaat shalat witir. Shalat tarawih berlangsung dengan khidmat dan khusyuk.
Setelah itu barulah dilaksanakan kultum. Di awal kultumnya Taufiqur Rohman mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt atas berbagai nikmat yang diberikan. Termasuk kesehatan dan kekuatan sehingga mampu menjalankan ibadah puasa.
“Semoga hadir kita untuk shalat Tarawih ini dicatat sebagai amal shalih oleh Allah,” ujarnya.
Selanjutnya Taufiqur Rohman yang juga Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi itu menjelaskan agar puasa seorang muslim dapat diterima oleh Allah.
2 Syarat Utama Puasa Diterima
Menurut ustadz yang berdomisili di Pandan itu, ada 2 syarat utama di samping syarat-syarat yang lain agar puasa Ramadhan seorang mukmin diterima oleh Allah. Yaitu, dengan syarat iman dan ikhlas.
Puasa yang didasari iman kepada Allah menjadi syarat pertama bahwa puasa seorang hamba diterima Allah. Itu artinya seorang mukmin harus yakin benar bahwa dirinya menjalankan ibadah puasa tersebut karena menjalankan syariat atau perintah Allah.
Untuk itu ia pun berpesan kepada jamaah.
“Jangan sampai puasa yang dilakukan selama 30 hari ke depan, tanpa didasari iman. Kalau itu sampai terjadi, maka puasanya tidak akan diterima oleh Allah,” tandasnya.
Kemudian Taufiqur Rohman menjelaskan syarat yang kedua agar puasa diterima oleh Allah. Hendaknya berpuasa dengan keikhlasan. Dilakukan dengan pikiran yang jernih, perencanaan yang matang, penuh kecermatan, dan mengharapkan ridha Allah semata.
Pelaksanaan kultum ini berlangsung dengan khidmat. Diakhiri dengan berdoa kepada Allah agar jamaah diberi kemudahan dalam menjalankan puasa. (*)
Penulis Ghulam Bana Islama Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments