Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kultum Ramadan Masjid Al-Hikmah Genteng Sampaikan Makna Takwa Secara Mendalam

Iklan Landscape Smamda
Kultum Ramadan Masjid Al-Hikmah Genteng Sampaikan Makna Takwa Secara Mendalam
Taufiqur Rohman saat kultum Ramadan di hadapan jamaah masjid Al-Hikmah Genteng Banyuwangi.(Ghulam/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kultum Ramadan di Masjid Al-Hikmah Genteng, Banyuwangi menyampaikan makna takwa secara mendalam kepada jamaah salat Tarawih, Selasa (24/2/2026).

Materi tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taufiqur Rohman, M.Pd.I. di hadapan jamaah warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon.

Di awal kultum, ia mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT. Karena masih dapat melaksanakan shalat Isya dan Tarawih secara berjamaah dengan tertib dan khusyuk.

“Semoga salat kita pada malam hari ini, diterima oleh Allah,” ujarnya.

Selanjutnya Ketua Majelis Tabligh itu membacakan satu ayat al-Quran di dalam Surat al-Baqarah 183. Di ayat tersebut dijelaskan bahwa tujuan orang-orang yang beriman menjalankan ibadah puasa adalah agar menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah.

Ia menjelaskan bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang mendapatkan predikat termulia di sisi Allah.

Dalam ajaran Islam, Allah tidak memandang kehebatan atau kemuliaan seseorang berdasarkan suku, bangsa, ataupun warna kulit, tapi karena takwanya. Dan untuk meraih ketakwaan itu, salah satunya dengan menjalankan puasa.

Untuk mengulas lebih mendalam siapa orang yang bertakwa, maka Taufiqur Rohman menguraikan makna kata takwa dengan merujuk pada beberapa kitab Tafsir Al-Quran.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Seperti Tafsir Al-Quran Karim karya Prof. Mahmud Yunus, Tafsir Al-Furqon karya A. Hasan, dan Tafsir Al-Azhar karya Prof. Hamka.

Dari beberapa kitab tafsir tersebut dapat dipahami makna kata takwa, antara lain takwa berarti takut, berbakti, dan terpelihara.

“Berdasarkan itu, maka orang yang bertakwa itu adalah orang yang terpelihara untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,” ulasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bagaimana aplikasi takwa dalam kehidupan nyata, yaitu dengan sikap kehati-hatian ketika mengarungi hidup ini agar tidak jatuh ke dalam kemaksiatan, sebaliknya selalu berusaha mentaati ajaran Allah dan rasul-Nya.

Mengakhiri kultumnya, Taufiqur Rohman mendoakan jamaah agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa selama Ramadan 1447 Hijriyah, sehingga mampu meraih predikat orang yang bertakwa.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu