Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kultum Ramadan Masjid Al-Huda Genteng Ajak Jamaah Pahami Al-Qur’an

Iklan Landscape Smamda
Kultum Ramadan Masjid Al-Huda Genteng Ajak Jamaah Pahami Al-Qur’an
Kultum Ramadan Masjid Al-Huda Genteng Ajak Baca Al-Qur'an secara Mendalam (Ghulam/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kultum Ramadan di Masjid Al-Huda, Genteng, Banyuwangi, mengajak jamaah untuk membaca Al-Qur’an secara lebih mendalam dengan memahami makna ayat-ayatnya. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan kultum yang berlangsung pada Ahad (1/3/2026).

Ajakan tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taufiqur Rohman, M.Pd.I., di hadapan jamaah warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon yang mengikuti rangkaian ibadah malam Ramadan di Masjid Al-Huda.

Sejak pukul 18.45 WIB, jamaah mulai berdatangan ke Masjid Al-Huda yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Genteng. Rangkaian ibadah malam dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan shalat sunah bakdiyah. Setelah itu, jamaah melaksanakan shalat iftitah sebagai pembuka rangkaian shalat Tarawih.

Pelaksanaan shalat Tarawih di Masjid Al-Huda dilakukan dengan tata cara empat rakaat salam, empat rakaat salam, kemudian ditutup dengan shalat witir tiga rakaat. Pada kesempatan tersebut, Taufiqur Rohman bertindak sebagai imam sekaligus penyampai kultum.

Pada awal kultumnya, ia mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt. karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadan.

“Semoga shalat kita pada malam hari ini, diterima oleh Allah,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Majelis Tabligh PCM Genteng tersebut mengingatkan jamaah bahwa bulan Ramadan memiliki banyak keistimewaan. Salah satu keistimewaan tersebut berkaitan dengan diturunkannya Al-Qur’an. Dalam kesempatan itu, ia juga membacakan ayat Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.

Ia menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tadarus Al-Qur’an selama Ramadan. Namun, membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya melafalkan ayat-ayatnya, melainkan juga perlu memahami maknanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kita orang Genteng berbahasa Indonesia sedangkan Al-Qur’an memakai bahasa Arab. Jadi, Al-Qur’an harus dibaca dengan mendalam, dengan memahami arti ayat-ayatnya,” ulasnya.

Taufiqur Rohman juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an memiliki fungsi utama sebagai hudan linnas atau petunjuk bagi manusia. Oleh karena itu, umat Islam perlu berupaya memahami kandungan ayat-ayat Al-Qur’an agar dapat menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Ia berharap jamaah yang sebagian besar merupakan warga persyarikatan Muhammadiyah dapat meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an. Menurutnya, membaca Al-Qur’an tidak hanya sebatas melafalkan huruf-huruf hijaiyah, tetapi juga memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Dengan memahami makna Al-Qur’an, umat Islam diharapkan mampu menjadikan kitab suci tersebut sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di akhir kultum, Taufiqur Rohman kembali mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan 1447 Hijriah dengan memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an.

“Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga mampu menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan,” ajaknya

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu