Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kultum Subuh Jaya Melati 1: Bekal Dunia untuk Perjuangan Menuju Kehidupan Akhirat

Iklan Landscape Smamda
Kultum Subuh Jaya Melati 1: Bekal Dunia untuk Perjuangan Menuju Kehidupan Akhirat
Bambang Gunawan menyampaikan kultum subuh di pelatihan Jaya Melati 1 Kwarda Kota Malang, Senin (16/2/2026). Foto: Moh. Ernam/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana hening menyelimuti lokasi Pelatihan Jaya Melati 1 Kwarda Kota Malang saat para peserta menyimak kultum usai salat Subuh, Senin (16/2/2026). Dalam momen penuh kekhidmatan itu, Bambang Gunawan mengingatkan pentingnya menata tujuan hidup dengan menjadikan akhirat sebagai orientasi utama.

Kegiatan yang digelar di Kota Malang tersebut menjadi ruang refleksi spiritual bagi peserta pelatihan. Bambang menegaskan bahwa kehidupan dunia merupakan tempat persiapan menuju kehidupan yang kekal.

“Tujuan dasar kita adalah akhirat. Namun, untuk mencapainya ada tahapan dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Hakikat hidup di dunia adalah menyiapkan bekal bagi kehidupan akhirat,” ujarnya di hadapan peserta.

Menurutnya, mengikuti gerakan kepanduan Hizbul Wathan merupakan bagian dari perjuangan menegakkan nilai-nilai agama. Aktivitas kepanduan, lanjutnya, tidak sekadar kegiatan fisik atau organisasi, tetapi juga sarana pembinaan spiritual dan penguatan karakter.

“Melalui Hizbul Wathan, kita memperjuangkan agama Allah. Ini bagian dari ikhtiar menyiapkan bekal menuju kehidupan yang abadi,” tuturnya.

Dalam ceramahnya, Bambang juga menyinggung tantangan zaman yang menuntut umat semakin giat memperbaiki keadaan. Ia menilai fenomena sosial saat ini menjadi panggilan bagi setiap kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Kita hidup di masa penuh ujian. Ada yang memimpin tanpa kapasitas, sementara yang memiliki kemampuan justru tidak berdaya. Karena itu, kita wajib berjuang dan bekerja keras memperbaiki keadaan,” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia juga mengajak peserta merenungkan betapa kecilnya kehidupan dunia dibandingkan kebesaran ciptaan Allah. Dengan menggambarkan perbandingan bumi, matahari, hingga galaksi, Bambang menekankan bahwa dunia hanyalah bagian kecil dari alam semesta.

“Kehidupan di dunia ini sementara. Rasulullah menggambarkannya seperti mimpi. Ketika kita meninggal, barulah kita tersadar. Jika mimpi kita baik, maka kebaikan yang kita peroleh. Jika buruk, maka kerusakan yang kita tinggalkan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa manusia memiliki kedudukan istimewa di hadapan Allah. Doa dan air mata manusia, katanya, mampu mengetuk rahmat-Nya.

“Walaupun kita kecil, manusia sangat istimewa. Jangan sampai sibuk dengan urusan dunia hingga lupa menyiapkan bekal untuk akhirat,” pesannya.

Kultum Subuh tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan spiritual dalam Pelatihan Jaya Melati 1 Kwarda Kota Malang. Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek kepemimpinan dan keterampilan kepanduan, tetapi juga penguatan nilai keimanan sebagai fondasi utama perjuangan kader di masa depan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu