Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunci Sukses Memakmurkan Masjid Dibahas dalam SECARA PDM Jember

Iklan Landscape Smamda
Kunci Sukses Memakmurkan Masjid Dibahas dalam SECARA PDM Jember
Sekolah Cabang dan Ranting oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) PDM Jember, Sabtu-Minggu (27-28/09/2025). (Bambang Adam Malik/PWMU.CO).
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember kembali menggelar program strategis Sekolah Cabang dan Ranting (SECARA) melalui Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM).

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu-Minggu (27–28/09/2025) di Aula SD Muhammadiyah Kaliwates (SD HAMKA). Lebih lanjut, kegiatan ini terhadiri oleh 95 peserta dari lima kecamatan di Zona IV, yakni Rambipuji, Sukorambi, Mangli, Kaliwates, dan Patrang.

Antusiasme peserta mencerminkan komitmen kuat pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting untuk memperkuat kualitas organisasi serta mengembangkan amal usaha.

Salah satu materi yang tersampaikan adalah pemaparan Strategi Memakmurkan Masjid Muhammadiyah oleh Ketua Divisi Pembinaan Masjid LPCR PM PDM Jember, Drs. Bambang Adam Malik.

Masjid sebagai Pusat Peradaban

Dalam paparannya, Bambang menegaskan bahwa masjid dan musala Muhammadiyah perlu bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam yang unggul. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, dan pusat komunitas.

Di samping itu, ia kemudian merinci lima fungsi utama masjid:

  1. Sebagai pusat ibadah; tempat utama bagi umat Islam untuk menjalankan ritual ibadah, seperti salat dan berzikir, serta sebagai pusat untuk memperkuat hubungan spiritual antara manusia dengan Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan.
  2. Pusat pendidikan; lembaga utama untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum, di mana umat Islam dari segala usia dan jenis kelamin bisa menimba ilmu, mengasah keterampilan, serta membangun peradaban.
  3. Pusat dakwah; menjadi wadah pembinaan akidah, tempat kegiatan keagamaan seperti pengajian, dan pusat informasi serta pengembangan ilmu pengetahuan.
  4. Pusat sosial untuk pemberdayaan umat; berbagai lembaga dan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
  5. Pusat komunitas; untuk memperkuat silaturahmi, komunitas hobi atau profesi dan berbagai wadah ajang interaksi warga.

Pilar Kolaborasi

Kemudian, Bambang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara empat elemen vital, yang ia sebut sebagai Pilar Kolaborasi. Hal itu meliputi:

  1. Takmir masjid, sebagai pengelola harian,
  2. Organisasi Muhammadiyah, sebagai pemberi arah kebijakan.
  3. Organisasi otonom, (ORTOM) sebagai pelaksana program kepemudaan dan sosial.
  4. LazisMu, sebagai pengelola dana zakat, infak, shadaqah.

“Untuk menguatkan pilar tersebut, diperlukan komunikasi yang efektif, pembagian tugas dan peran yang jelas, program bersama, serta evaluasi berkelanjutan” ujarnya.

Lebih jauh, Bambang menawarkan tiga strategi inovatif dalam upaya meningkatkan peran dan kemakmuran masjid.

Pertama, Fundraising kreatif dengan memanfaatkan metode konvensional seperti kotak infak dan bazar, serta metode digital melalui crowdfunding, kampanye media sosial, dan donasi online rutin, sebagai sumber pendanaan operasional masjid.

Kedua, Dakwah digital yang adaptif dengan memanfaatkan berbagai platform seperti YouTube, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp atau Telegram untuk menyebarkan konten inspiratif, edukatif, dan mudah diakses untuk memperluas jaringan.

Ketiga, Pengkaderan generasi muda melalui identifikasi bakat, pembinaan ilmu agama dan manajemen, pelatihan kepemimpinan, serta keterlibatan aktif dalam program masjid, sebagai sarana regenerasi kepemimpinan.

Menuju Masjid Berkemajuan

Di akhir pemaparannya, Bambang menegaskan bahwa masa depan masjid Muhammadiyah bergantung pada kemampuan seluruh elemen untuk bersinergi.

Dengan kolaborasi yang solid, strategi digital yang cerdas, pendanaan yang berkelanjutan, serta kaderisasi yang terstruktur, harapannya masjid menjadi makmur dan mampu menjadi mercusuar peradaban Islam.

“Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga benteng umat, pusat ilmu, dan sumber inspirasi bagi kemajuan” tutupnya, memberi semangat kepada peserta SECARA untuk mengimplementasikan strategi tersebut di masing-masing cabang dan ranting.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu