
PWMU.CO – Beberapa kali Studio TVMU Jatim 1 telah menjadi sorotan. Hari in, Ahad (25/5/2025), Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad MSi telah mengunjungi Studio TVMU Jatim 1 di kawasan SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (Mudisa), Jalan Kapasan 73-75, Surabaya.
Kunjungan ini merupakan langkah besar bagi SMK Mudisa dalam mengembangkan media dakwah digital.
Prof Dadang menyampaikan apresiasi berdirinya Studio TVMU Jatim 1 yang dinilai memiliki fasilitas memadai dan peralatan siar yang modern.
“Ini bukan hanya studio biasa, tapi sarana dakwah Muhammadiyah yang mampu menjangkau generasi digital. Saya kagum dengan fasilitasnya dan berharap ini bisa menjadi contoh untuk wilayah lain,” ujarnya. Kunjungan ini menjadi penanda dukungan penuh PP Muhammadiyah terhadap inovasi dakwah berbasis teknologi.
Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah ST MT yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Produksi Studio, menyambut kunjungan tersebut dengan penuh antusias.
“Ini merupakan momen bersejarah dan membanggakan bagi kami. Kehadiran Prof Dadang Kahmad memberikan semangat baru bagi seluruh tim untuk terus memajukan TVMU Jatim 1 sebagai kanal dakwah yang kreatif dan edukatif,” tutur Irvandy.
Kunjungan kali ini beliau didampingi oleh Bendahara PDM Kota Surabaya, Musa Abdullah yang juga merupakan bagian dari jajaran direksi TVMU Jatim 1, serta Bendahara PCM Simokerto, Suprianto Imas.
TVMU Jatim 1 hadir sebagai bagian dari langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di bidang komunikasi dan penyiaran digital. Melalui tangan kreatif siswa dan guru SMK Mudisa, studio ini menjadi wujud nyata dakwah yang membumi, modern, dan menginspirasi.
Dengan terselenggaranya kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada wilayah lain untuk terus mengembangkan media dakwah digital, serta mengikuti perkembangan teknologi dan modernitas zaman.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, SMK Mudisa berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan, inovasi dan memberikan tayangan-tayangan dakwah terbaik di TVMU.(*)
Penulis Risma Nur Izzah Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments