
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Batu kembali menunjukkan efisiensi dalam pelaksanaan kurban dan menorehkan catatan gemilang dalam pelaksanaan Iduladha tahun ini, Jumat (06/06/2025). Dengan mengoptimalkan teknologi alat peroboh sapi yang ramah hewan sebanyak 18 ekor sapi dan 5 ekor kambing berhasil diakomodasi dan disembelih dalam waktu hanya satu hari, berkat penggunaan alat peroboh sapi yang terbukti efektif dan humanis.
Alat peroboh ramah hewan yang telah digunakan selama tiga tahun berturut-turut tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga minimalkan rasa sakit pada hewan kurban. Seluruh tim penyembelihan merasakan manfaatnya, menyebut alat ini sangat membantu kelancaran pekerjaan.
Alat canggih yang telah digunakan selama tiga tahun ini terbukti tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga meminimalkan stres dan rasa sakit pada hewan kurban. “Alat ini benar-benar membantu. Proses lebih efisien, dan yang terpenting, lebih manusiawi,” ujar salah seorang panitia, Teguh Wijayanto.

Proses pemotongan, penimbangan, dan pengemasan dilakukan secara gotong royong oleh: Pimpinan Cabang Muhammadiyah Batu, Pemuda Muhammadiyah Batu, Guru-guru Perguruan Muhammadiyah Welirang, dan Pimpinan Aisyiyah Cabang Batu.
Dengan semangat tinggi, mereka bekerja keras hingga daging kurban terdistribusikan tuntas pada malam yang sama. Dengan semangat tinggi, seluruh tim bekerja tanpa kenal lelah hingga daging kurban terdistribusikan tuntas pada malam itu juga.
Dampak Luas Bagi Masyarakat

Daging kurban dibagikan kepada warga sekitar Masjid At-Taqwa Kota Batu, masyarakat kelurahan Sisir dan Ngaglik, anggota muhammadiyah ranting dan cabang Batu termasuk Aisyiyah.
Pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya menyentuh aspek ibadah, tetapi juga menjadi contoh bagaimana tradisi dan modernisasi bisa berjalan beriringan dengan prinsip kecepatan, ketepatan, dan kemanusiaan.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar berkat kerja sama dan teknologi yang memudahkan,” ujar ketua panitia tersebut. Inovasi ini membuktikan bahwa tradisi kurban bisa dilaksanakan secara modern, efisien, dan penuh empati. (*)
Penulis Anna Astuti Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments