Laboratorium Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng, Banyuwangi menjadi ruang eksplorasi otomotif bagi siswa SMP Negeri 3 Genteng, Rabu (28/10/2025).
Kegiatan di laboratorium TKR ini merupakan puncak pembelajaran yang dilakukan para siswa SMPN 3 Genteng selama tiga hari di SMK Muda Genteng.
Pada hari pertama, mereka belajar elektronika. Hari kedua, belajar menyervis sepeda motor sedangkan pada hari yang ketiga, mereka belajar perbaikan dan perawatan kendaraan ringan (mobil) di Jurusan TKR.
Tepat pukul 6.30 WIB, bel masuk sekolah dibunyikan. Para siswa SMP tersebut memasuki laboratorium TKR SMK Muda Genteng didampingi oleh seorang guru dari sekolahnya.
Untuk kelancaran proses pembelajaran praktik ini, maka tim TKR SMK Muda Genteng menugaskan 2 orang instruktur, yaitu Fatkhurriza Bahrul Khanani dan Dimas Gayuh. Keduanya bertugas memberi bimbingan dan pendampingan praktik siswa SMP tersebut.
Materi utama yang dipelajari dalam praktik ini adalah servis berkala 1000 kilometer pada mobil. Hal ini disampaikan Dimas Gayuh yang juga guru otomotif asal Srono.
“Tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran ini adalah siswa dapat memastikan kondisi kendaraan tetap prima setelah masa pemakaian awal,” ujarnya.
Selain itu, para siswa juga belajar pemeriksaan oli mesin, sistem rem, tekanan ban, baut pengikat, dan sistem kelistrikan dasar.
Pada awal pelaksanaan pembelajaran praktik ini, siswa diperkenalkan dengan peralatan perbengkelan mobil serta prosedur keselamatan kerja. Setelah itu, mereka mengikuti kegiatan observasi, pendampingan, praktik mandiri dengan bimbingan, dan diakhiri dengan evaluasi.
Praktik servis mobil ini berlangsung dengan lancar dan interaktif. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok sesuai dengan stall di bengkel. Kendaraan yang digunakan dalam praktik ini adalah mobil berjenis Brio dan Xenia deluxe.
“Para siswa sangat bersemangat dan banyak bertanya,” tutur Fatkhurriza.
Setelah praktik, salah satu siswa kelas VIII, Kafka Dwi Zalfa Reza, mengungkapkan kegembiraannya.
“Saya senang sekali dapat mengikuti praktik ini,” ungkapnya.
Ia memiliki harapan besar untuk bisa memperbaiki mobil secara profesional
Hal serupa juga diungkapkan oleh siswa lainnya, Alfarino Ferdinan Putra, yang merasa senang karena mendapatkan pengalaman baru. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments