Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lagi, FKIP UMM Kirim Mahasiswa Praktik Pendidikan di Thailand

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Program KKNDik Internasional oleh FKIP UMM. (Hassan Al Wildan/PWMU.CO)
Program KKNDik Internasional oleh FKIP UMM. (Hassan Al Wildan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengirimkan mahasiswanya untuk menjalankan misi pengabdian dan praktik pendidikan di kancah internasional. Sederet mahasiswa terpilih—Jesika, Camelia, Bianca, Ryan, dan Marsha—yang berasal dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini akan mengikuti program selama dua bulan, (22/05-19/06/2025). Mereka ditempatkan di dua institusi mitra, yaitu Attarkia Islamic Institute di Narathiwat dan Lukmanul Hakim School di Yaha, Yala.

Dekan FKIP UMM Prof. Trisakti menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap keterlibatan para mitra pendidikan di Thailand, serta dedikasi para mahasiswa yang bersedia mengemban amanah pendidikan lintas negara.

“Kami memandang inisiatif kolaboratif ini sebagai bentuk nyata dari internasionalisasi pendidikan yang selaras dengan visi FKIP UMM untuk melahirkan pendidik unggul berwawasan global. Kesediaan lembaga mitra di Thailand dalam memfasilitasi program ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kehormatan yang patut kami jaga dan lanjutkan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Program KKNDik Internasional

Program KKNDik Internasional oleh FKIP UMM. (Hassan Al Wildan/PWMU.CO)
Program KKNDik Internasional oleh FKIP UMM. (Hassan Al Wildan/PWMU.CO)

Program KKNDik Internasional ini merupakan hasil tindak lanjut dari kunjungan pihak Attarkia dan Lukmanul Hakim ke FKIP UMM pada awal tahun 2025. Dalam kunjungan tersebut, pihak mitra menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kerja sama yang memungkinkan mahasiswa FKIP UMM berkontribusi dalam proses pendidikan di Thailand bagian selatan.

Gen Phaisan Thoryib, pemilik Attarkia Islamic Institute, menegaskan bahwa pelaksanaan KKNDik ini menjadi bukti konkret dari implementasi nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak.

“Kami sangat terbuka dan senang menerima mahasiswa FKIP UMM. Program ini tidak hanya memperkuat hubungan antar lembaga, tetapi juga memberi warna baru bagi proses pembelajaran di sekolah kami melalui keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran kurikuler dan ekstrakurikuler,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa FKIP UMM dalam berbagai kegiatan sekolah, mulai dari pembelajaran di kelas hingga aktivitas ekstrakurikuler seperti pramuka, seni, dan kegiatan luar ruang, akan memperkaya interaksi budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Thailand. Sementara itu, Dr Abdul Hafiz MPd sebagai presiden MAT menyatakan bahwa mahasiswa yang ditempatkan di Lukmanul Hakim akan turut berkontribusi dalam program penguatan komunitas belajar a’la kampung Inggris di Braha Yaha.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Manfaat Ganda

Program KKNDik Internasional oleh FKIP UMM. (Hassan Al Wildan/PWMU.CO)
Program KKNDik Internasional oleh FKIP UMM. (Hassan Al Wildan/PWMU.CO)

Sebagai pengelola program, Dr Nurwidodo MKes menyampaikan bahwa KKNDik Internasional Thailand memberikan manfaat yang bersifat ganda, baik akademik maupun non-akademik. Berbagai fasilitas dan manfaat akan diperoleh mahasiswa FKIP UMM dalam program ini. Fasilitas tersebut meliputi penginapan, makan dua kali sehari, dan uang saku. Mahasiswa juga akan memperoleh pengakuan akademik dalam bentuk konversi hingga 16 SKS, yang setara dengan lima mata kuliah, sesuai dengan semangat kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sebagai bagian dari diplomasi budaya, para mahasiswa juga telah mempersiapkan sejumlah penampilan dan karya khas Indonesia yang akan diperkenalkan kepada siswa dan masyarakat Thailand. Di antaranya adalah pertunjukan wayang mini, puisi dan lagu daerah, serta batik lukis dan kain jumputan, yang akan melengkapi kegiatan utama mereka sebagai pengajar.

Program KKNDik Internasional FKIP UMM di Thailand tahun ini melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin sejak 2013, berawal dari kunjungan Ketua PP Muhammadiyah ke Raja Thailand. Selama lebih dari satu dekade, program ini berkembang melalui kemitraan dengan komunitas pendidikan Islam, termasuk MEDAT dan kini Muhammadiyah Association Thailand (MAT). Sejak 2015, ratusan mahasiswa telah terlibat dalam pengabdian lintas negara. (*)

Penulis Hassan Al Wildan Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu