
PWMU.CO – Lagu-lagu nostalgia yang dilantunkan oleh pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo mengiringi keberangkatan agenda family gathering keluarga besar SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Surabaya pada Selasa (8/7/2025).
Dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan merajut keakraban antar keluarga pendidik, tenaga kependidikan, serta pengurus PCM, SD Musix rutin menyelenggarakan agenda tahunan ini.
“Setelah agenda lawatan guru dan karyawan ke Singapura dan Malaysia pada bulan April lalu, hari ini kita lanjutkan dengan acara bersama keluarga, meskipun tidak bepergian terlalu jauh,” ujar ketua panitia, Darmaji SPd, menjelang keberangkatan.
Suasana akrab terlihat sejak keberangkatan. Sambil menunggu peserta yang belum datang, para peserta saling bercanda dan bergurau di dalam bus, layaknya sahabat lama yang sudah lama tidak bertemu.
Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran PCM Wonokromo, antara lain Ketua, Ir Lukman, Sekretaris, Salman Alfarisi BMR SHI, Bendahara, Muriansa SE, Wakil Ketua, Arif Rusdi ST dan Ustadz Taufiq Hidayanto AMd, serta Wakil Ketua, Sunaryo HS dan Jumadi. Turut hadir pula Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Luluk Humaida SPdI.
Setelah dipastikan seluruh peserta telah lengkap, pada pukul 07.15 WIB, dua armada yang mengangkut rombongan guru, karyawan, dan para pengurus berangkat menuju objek wisata Florawisata Santerra De Laponte, Batu.
Untuk menambah semarak suasana selama perjalanan, operator bus menawarkan fasilitas karaoke. Dengan penuh semangat, Muhammad Ali SAg langsung meminta lagu nostalgia Kisah Kasih di Sekolah, karya Obbie Messakh yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Chrisye.
“Huu…!!”,” teriakan para peserta di bus satu disambut tepuk tangan meriah.
Lagu pertama ini berhasil membangkitkan semangat peserta lain untuk turut menyemarakkan suasana.
Tak ketinggalan, Ir Lukman Rahim dan Muriansah SE pun ikut ambil bagian, menambah keceriaan dalam perjalanan.
Selain lagu-lagu nostalgia, lantunan lagu dangdut juga membahana di dalam bus yang dipenuhi oleh lebih dari 50 penumpang.
Askan, panggilan akrab Mochammad Askan SPd, mencoba menyanyikan lagu Kopi Dangdut. Lagu ciptaan Fahmi Shahab yang cukup rancak ini justru mengundang gelak tawa, karena Askan tampak tidak hafal liriknya.
“Kalau Pak Askan itu idolanya Keramat. Lagunya Rhoma Irama, pasti halal!,” teriak salah satu peserta dari deretan belakang, disambut tawa riuh dari penumpang lainnya.
Lagu demi lagu mengalun, membuat para peserta tak menyadari bahwa setengah perjalanan telah terlewati.
Untuk memberi kesempatan kepada peserta yang ingin buang air kecil dan beristirahat sejenak, rombongan pun berhenti di sebuah rest area.
Kesempatan ini tak hanya dimanfaatkan untuk ke kamar kecil, tetapi juga oleh sebagian peserta untuk membeli camilan bagi buah hati mereka. (*)
Penulis Basirun Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments