Search
Menu
Mode Gelap

Langkah Bersama Menuju Sekolah Ramah Inklusif, SD Muhammadiyah 4 Zamzam Gelar Parenting Pendidikan Inklusif

Langkah Bersama Menuju Sekolah Ramah Inklusif, SD Muhammadiyah 4 Zamzam Gelar Parenting Pendidikan Inklusif
pwmu.co -

Suasana hangat dan penuh keakraban tampak memenuhi ruang pertemuan SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Sabtu (25/10/2025).

Hari itu, sekolah yang berkomitmen pada visi Qur’ani, Mandiri, dan Berprestasi ini menggelar kegiatan Parenting Pendidikan Inklusif yang terhadiri 23 wali murid.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara SD Muhammadiyah 4 Zamzam dengan HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia), Tim Inovasi, dan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Sidoarjo.

Wujud Kepedulian Pendidikan

Kegiatan parenting ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wujud nyata kepedulian sekolah terhadap keberlangsungan pendidikan bagi seluruh anak, termasuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD).

Dua narasumber hadir berbagi ilmu dan pengalaman, yakni Bu Asti dari Tim Inovasi dan Bu Ratih dari HWDI.

Keduanya membahas pentingnya pemahaman bersama antara sekolah dan keluarga agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang menerima keberagaman dan menghargai setiap keunikan.

Dalam pemaparannya, Bu Asti menekankan bahwa setiap anak adalah istimewa. “Anak bukan untuk dibandingkan, tetapi untuk dipahami. Pendidikan inklusif adalah upaya bersama untuk membuka ruang bagi semua anak agar dapat tumbuh sesuai fitrahnya” tuturnya.

Sesi tanya jawab pun berlangsung penuh makna. Salah satu wali murid menyampaikan pertanyaan menarik. “Anak saya sebelum masuk SD diasesmen ADHD, namun setelah SD hasil asesmennya Disleksia. Mengapa bisa berubah?” tanyanya.

Bu Asti menjawab dengan lembut. “Perkembangan anak bersifat dinamis. Saat usia TK, tanda-tanda disleksia belum bisa ditegakkan karena karakteristiknya baru tampak jelas ketika anak berusia tujuh tahun ke atas” terang Bu Asti.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Maka, lanjutnya, hasil asesmen yang berbeda justru menunjukkan adanya perkembangan dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kondisi anak.

Jawaban itu membuka wawasan para orang tua yang hadir. Mereka menyadari bahwa setiap fase tumbuh kembang anak adalah perjalanan yang unik dan harus sejalan dengan kesabaran serta doa.

Komitmen Perkuat Budaya Inklusif

Kepala Urusan Bidang Kesiswaan, Ayu Wulandari SPd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen SD Muhammadiyah 4 Zamzam untuk terus menguatkan budaya inklusif di lingkungan sekolah.

“Kami ingin orang tua dan sekolah berjalan seirama dalam mendidik anak-anak, termasuk peserta didik penyandang disabilitas. Dengan semangat Islam dan visi Qur’ani, Mandiri, Berprestasi, kami berharap semua anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia” ungkapnya.

Kegiatan berakhir dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar setiap anak senantiasa diberi kemudahan dalam belajar dan keberkahan dalam setiap langkahnya.

Di SD Muhammadiyah 4 Zamzam, pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan. Tetapi juga tentang menyentuh hati, menumbuhkan empati, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan ajaran Islam.

Karena sejatinya, setiap anak — tanpa kecuali — adalah cahaya amanah Allah yang harus dijaga dan dibimbing menuju masa depan yang gemilang.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments