Pagi itu suasana di SD Muhammadiyah Melirang terasa berbeda dari biasanya. Langkah-langkah kecil penuh percaya diri memasuki gerbang sekolah, membawa semangat dan harapan besar.
Mereka adalah murid-murid terpilih yang akan mengikuti babak semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Perjalanan menuju tahap ini tentu bukanlah sesuatu yang instan.
Persiapan telah dimulai jauh hari sebelum pelaksanaan semifinal. Setiap sepulang sekolah, para murid rutin mengikuti bimbingan belajar khusus bersama guru pembimbing.
Bekal Utama Siswa
Soal demi soal logika mereka taklukkan, hitungan demi hitungan cepat mereka latih, dan berbagai strategi pemecahan masalah terus terasah.
Meski rasa lelah kadang menghampiri, semangat mereka tak pernah surut. Di ruang kelas yang sederhana, cita-cita besar sedang ditempa.
Guru-guru pun mendampingi dengan penuh kesabaran. Bukan hanya materi yang diberikan, tetapi juga motivasi dan strategi menghadapi soal dengan percaya diri.
Disiplin, fokus, serta mental pantang menyerah menjadi bekal utama. Dukungan orang tua juga mengalir tanpa henti—doa-doa terbaik dipanjatkan setiap hari agar putra-putri mereka mampu memberikan performa terbaik.
Hari semifinal, Minggu(15/02/2026) akhirnya tiba. Para murid berkumpul dengan seragam rapi dan perlengkapan lengkap. Wajah mereka memancarkan campuran antara gugup dan antusias.
Sebelum berangkat, doa bersama terpimpin oleh guru pembimbing, Ustadzah Ajeng Permata Masfiana. Suasana hening sejenak, harapan-harapan dilangitkan dengan penuh keyakinan.
Setibanya di lokasi lomba, deretan peserta dari berbagai sekolah membuat suasana semakin menegangkan. Namun mereka saling menguatkan.
Capai Semifinal
Ketika lomba berlangsung, setiap murid tenggelam dalam konsentrasi. Semua latihan, strategi, dan nasihat guru terngiang kembali. Mereka mengerjakan soal dengan penuh ketelitian dan ketenangan.
Usai lomba, rasa lega terpancar jelas. Apapun hasil yang akan diraih, kebanggaan sudah tumbuh dalam hati. Mereka telah berjuang, membawa nama baik sekolah, dan membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.
Ustadzah Ajeng Permata Masfiana menyampaikan, “Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar tentang ketekunan dan keberanian menghadapi tantangan. Bagi saya, mereka semua sudah menjadi juara karena telah berusaha maksimal” tuturnya.
Salah satu peserta, Stevan El Shaarawy, murid kelas VI Faqih Usman, juga mengungkapkan perasaannya.
“Awalnya saya gugup, tapi saya ingat pesan ustadzah untuk tetap tenang. Saya senang bisa sampai semifinal dan ingin terus belajar agar bisa lebih baik lagi” ujar Stevan.
Semifinal KMNR bukan sekadar lomba, tetapi perjalanan berharga tentang mimpi, perjuangan, dan kebersamaan. Dari ruang kelas sederhana, lahir semangat besar untuk menembus batas dan mengukir prestasi.






0 Tanggapan
Empty Comments