
PWMU.CO – Lantunan murottal siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) setiap pagi menjelang kegiatan pembiasaan, menyemarakkan suasana di lingkungan Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Wonokromo Surabaya. Kegiatan ini rutin digelar setiap hari dan menjadi ciri khas atmosfer religius SD Musix.
Selasa (26/5/2025), di tengah kesibukan para guru dan tenaga keamanan menyambut kedatangan siswa, serta orang tua yang mengantar putra-putrinya, terdengar syahdu suara tilawah al-Quran dari pelantang suara. Suara itu dibacakan oleh siswa yang telah memiliki hafalan minimal dua juz.
“Petugas murottal dipilih berdasarkan rekomendasi guru tahfidz, karena mereka yang paling tahu kualitas bacaan dan irama siswa,” ujar Basirun SPd, Kepala Urusan Ismuba SD Musix.
Ia menjelaskan, setiap hari dua siswa bertugas melantunkan murottal, sehingga dalam sepekan ada sepuluh siswa yang mengisi jadwal. Petugas ini wajib hadir lebih awal daripada siswa lainnya.
“Hari ini saya berangkat lebih pagi, Ustadz, karena saya sedang mendapat giliran membaca,” ujar Auliecia Putri Cahyono, siswi kelas 6-C dengan hafalan delapan juz.
Suara merdu Auliecia yang terdengar hingga ke jalan memikat perhatian pengguna lalu lintas di Jalan Gadung III. Seorang kakek yang sedang mengantar cucunya bahkan sempat berhenti.
“Ini sudah kelas berapa, Ustadz?” tanya sang kakek.
“Kelas enam, Bapak,” jawab Basirun.
Kakek itu tak langsung pergi. Ia mengeluarkan ponselnya dan merekam beberapa saat. “Maaf, saya izin merekam suara yang merdu ini,” ujarnya sambil berpamitan.
“Sumonggo, silakan, Bapak,” sambut Basirun.
Adapun nama-nama siswa pelantun murottal dalam sepekan ini di antaranya:
- Auliecia Putri Cahyono (6-C)
- Ismiyatul Ainiyah (6-C)
- Muhammad Rafa Azka Pratama (5-A)
- Abdul Ghani Ar-Rasyid Bustomi (5-B)
- Qatrunnada Ashilah Keisha Rosadi (3-ICP)
- Aira Ramadhani Salamah (3-B)
- Ilham Zaidan Ar Robbani (6-C)
- Muhammad Zidan Al Makkah (4-ICP)
Menariknya, para siswa ini saling mengingatkan satu sama lain terkait jadwal tugas mereka setiap pagi, menunjukkan kekompakan dan kedisiplinan yang tumbuh bersama nilai-nilai Qur’ani. (*)
Penulis Basirun Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments