Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lautan Jamaah Padati Lapangan Cakru, Ustadz Anas Abu Bakar Ingatkan Bahaya Terlena Setetes Air Dunia

Iklan Landscape Smamda
Lautan Jamaah Padati Lapangan Cakru, Ustadz Anas Abu Bakar Ingatkan Bahaya Terlena Setetes Air Dunia
Ribuan jama'ah sholat Idul Fitri 1447 H memadati lapangan sepak bola desa Cakru (Ranting AMM Cakru/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Sepak Bola Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, pada Jumat pagi (20/3/2026). Ribuan umat Muslim memadati area terbuka tersebut untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Masjid Assholihin Ranting Muhammadiyah Cakru.

Sejak pukul 05.30 WIB, arus jamaah dari berbagai penjuru desa mulai mengalir memenuhi shaf-shaf yang telah disiapkan panitia. Diperkirakan sekitar 3.000 jamaah turut hadir dalam pelaksanaan ibadah tahunan ini, menciptakan pemandangan putih yang membentang luas di lapangan hijau tersebut.

Sentilan bagi Penyembah Ramadan

Bertindak sebagai Khatib, Anas Abu Bakar Abidin menyampaikan khutbah yang sarat akan refleksi mendalam. Mengawali pesannya, ia melemparkan pertanyaan retoris yang menggugah kesadaran jamaah tentang makna kemenangan yang sesungguhnya.

“Apakah Ramadan benar-benar mengubah kita? Ataukah kita kembali seperti semula, bahkan lebih lalai?” ujar Ustadz Anas di hadapan ribuan jamaah yang menyimak dengan saksama.

Ia menyoroti fenomena masyarakat modern yang kian terjebak dalam hiruk-pikuk dunia hingga melupakan hakikat akhirat. Mengutip HR. Muslim, Anas memberikan perumpamaan yang sangat menyentuh tentang perbandingan dunia dan akhirat.

“Dunia ini ibarat sisa air yang menempel di jari setelah kita mencelupkannya ke lautan luas. Air di jari itulah dunia, dan lautan luas itulah akhirat. Sungguh aneh jika manusia berperang demi setetes air itu, namun melupakan samudera yang luas,” tegasnya.

Tiga Pesan Utama Pasca-Ramadan

Dalam khutbahnya, Ustadz Anas menekankan tiga poin krusial sebagai bekal jamaah menjalani hidup setelah bulan suci:

Kesadaran Durasi: Kehidupan manusia rata-rata hanya 60-70 tahun, sementara akhirat bersifat selamanya (khalidina fiha abada).

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Waspada Tipu Daya: Harta, jabatan, dan popularitas seringkali menjadi ilusi yang menjauhkan manusia dari kebenaran nyata di akhirat.

Tempat Menanam: Dunia adalah tempat bekerja (amal), sedangkan akhirat adalah tempat memanen balasan.

Beliau juga mengingatkan agar umat tidak menjadi “Penyembah Ramadan”—yaitu mereka yang hanya rajin beribadah saat bulan puasa namun kembali lalai setelahnya.

“Barangsiapa menyembah Ramadan, maka Ramadan telah berlalu. Namun barangsiapa menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan mati,” tambahnya mengutip pesan sahabat Rasulullah.

Ibadah Salat Idulfitri di Desa Cakru ini ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati. Jamaah diajak untuk memohon agar dunia tidak dijadikan sebagai puncak ambisi (akbar hammina) dan agar iman tetap terjaga meski raga telah meninggalkan Ramadan.

Usai salat dan khutbah, jamaah saling berjabat tangan dengan tertib, mempererat tali silaturahmi di hari yang fitri ini. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡