
PWMU.CO – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat dan keseimbangan ekosistem lingkungan, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Batu menyerahkan sebanyak kurang lebih 5.000 bibit cabai kepada Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Batu. Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Sabtu (27/7/2025) di Hall Apple Sun Kota Batu, pada acara pembukaan musyawarah pimpinan daerah 1 Aisyiyah Kota Batu.
Penyerahan Bibit cabai tersebut dalam rangka mendukung program “Intergrated Farming” yang digagas oleh Aisyiyah. sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pertanian rumah tangga sebagai upaya dalam menjaga ekosistem lingkungan dan mewujudkan ketahanan pangan.
Prosesi penyerahan dilakukan secara langsung oleh tim Lazismu Kota Batu, yang disambut antusias oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, serta Perwakilan dari Dinas Pertanian Kota Batu. Bibit dibagikan dalam kemasan box terbuka, siap didistribusikan kepada 3 pimpinan cabang dan 22 pimpinan ranting serta warga binaan dan komunitas dampingan PDA di wilayah Kota Batu.
Ketua PDA Kota Batu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Lazismu terhadap isu pangan yang sangat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Bibit ini insya Allah akan kami tanam di pekarangan rumah dan kebun warga. Ini adalah bentuk jihad perempuan dalam memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Nurul Wahidah.
Kebermanfaatan Masyarakat
Manager Eksekutif Lazismu Kota Batu menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari amanah donatur yang disalurkan dalam bentuk nyata untuk kebermanfaatan masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa zakat dan infak tidak hanya berupa santunan, tetapi juga investasi sosial jangka panjang seperti bibit tanaman pangan,” terangnya.
Ia menambahkan, cabai dipilih karena merupakan komoditas yang penting, bernilai ekonomi tinggi, dan bisa ditanam di hampir semua lahan rumah tangga.
Selain mendukung ketersediaan pangan, program ini juga bertujuan menekan laju inflasi komoditas cabai yang kerap naik di pasaran. Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah Kota Batu yang sedang mendorong gerakan tanam cabai serentak di masyarakat.
Dengan disalurkannya kurang lebih 5.000 bibit ini, diharapkan setiap penerima dapat menanam, merawat, dan memanfaatkan hasil panennya secara mandiri. PDA Kota Batu akan mendampingi proses penanaman dan memantau perkembangannya melalui kader binaan di tiap ranting.
Melalui sinergi antara Lazismu dan PDA Batu, diharapkan gerakan
ini sebagai langkah awal untuk mendukung terbentuknya integrated farming yg di harapakan dapat menjadi solusi dalam ketahanan pangan dan eknomi keluarga serta kebermanfaatan yang berkelanjutan bagi warga Muhammadiyah,Aisyiyah dan masyarakat kota batu. (*)
Penulis RZL Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments