Meningkatnya beban biaya pendidikan membuat semakin banyak pelajar dari keluarga prasejahtera berada di ambang keterbatasan akses belajar.
Menjawab situasi tersebut, Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperluas cakupan penerima Program Beasiswa Mentari sebagai ikhtiar nyata memastikan pendidikan tetap dapat diakses secara adil dan berkelanjutan.
Urgensi ini tercermin dari keputusan Lazismu UMY untuk memperluas jumlah penerima beasiswa di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Beasiswa Mentari diserahkan secara simbolis pada Senin (5/1/2026) sore, di Amphitheater Gedung Pascasarjana UMY dan diperuntukkan bagi siswa pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan, S.E.I., M.S.I., menjelaskan bahwa pada tahun kelima pelaksanaan Program Beasiswa Mentari, jumlah pendaftar melonjak signifikan hingga mencapai 203 peserta dari 40 sekolah pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA.
Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, jumlah penerima yang semula ditargetkan sebanyak 70 siswa dengan alokasi anggaran Rp50 juta, akhirnya diperluas menjadi 103 penerima dengan total anggaran mencapai Rp 72,1 juta.
“Keputusan ini tentu tidak mudah karena keterbatasan anggaran. Namun, melihat besarnya kebutuhan di lapangan, kami berupaya merespons dengan memperluas jumlah penerima agar bantuan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ujar Rozikan.
Dia menegaskan bahwa seluruh dana beasiswa disalurkan dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap syariat.
Beasiswa Mentari tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada penerima, melainkan disalurkan langsung ke rekening sekolah masing-masing penerima.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan dana zakat digunakan secara tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.
“Dana yang kami kelola adalah dana zakat. Karena itu, kami memastikan beasiswa benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan, bukan keperluan lain. Ini bukan sekadar pertanggungjawaban administratif, tetapi juga pertanggungjawaban moral dan keagamaan,” tegasnya seperti dilansir di laman resmi UMY.
Setiap penerima Beasiswa Mentari memperoleh bantuan sebesar Rp700 ribu yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan sekolah masing-masing.
Para penerima tersebar di wilayah Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta.
Seluruh penerima beasiswa pada semester ini merupakan penerima baru, sejalan dengan prinsip prioritas bagi keluarga yang berada dalam kondisi sosial ekonomi paling rentan.
Beasiswa ini dipandang tidak hanya sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai amanah yang menumbuhkan semangat belajar. Perwakilan penerima Beasiswa Mentari, Vega Quratul Avanti dari SMP Baitul Quran Cendekia, Bantul, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu UMY atas kesempatan ini. Bagi saya, beasiswa ini bukan sekadar bantuan, tetapi amanah besar yang memotivasi kami untuk terus bertumbuh dan berusaha melampaui keterbatasan,” ungkapnya. (ID)


0 Tanggapan
Empty Comments