Acara Tabligh Akbar bermula dengan pembukaan dan pembacaan susunan acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Sambutan tuan rumah disampaikan oleh Ketua PRM Pongangan, Sugeng Utomo.
Dalam sambutannya, Sugeng mengaku sangat gembira melihat antusiasme para jamaah yang hadir. Ia sesekali menyelingi sambutan dengan pantun untuk mencairkan suasana agar lebih rileks.
Sebagai tuan rumah, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para jamaah apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan. Ia mengucapkan terima kasih kepada takmir Masjid At-Taqwa PPI yang telah menyediakan tempat untuk pengajian Milad.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba yang diselenggarakan PCM Manyar dalam rangka menyambut Milad Muhammadiyah ke-113.
Ketua PCM Manyar dalam sambutannya menyinggung keberadaan Muhammadiyah yang tetap eksis hingga saat ini. Menurutnya, suatu organisasi tidak mungkin bertahan lama apabila tidak dikelola secara profesional dan sistematis, terlebih mampu bertahan hingga 113 tahun.
Peristiwa menarik terjadi menjelang akhir tabligh dan pembacaan doa. Tiba-tiba hadir seorang tamu undangan dari kecamatan, yakni Camat Manyar, Gresik, Hendriawan Susilo. Oleh pembawa acara, ia langsung dipersilakan untuk memberikan sambutan.
Dalam pidatonya, Hendriawan mengatakan bahwa dirinya merasa kembali ke komunitas yang sesungguhnya, yaitu Muhammadiyah.
“Keluarga besar saya di Bandung adalah Muhammadiyah,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan Muhammadiyah di Kecamatan Manyar yang dinilainya sangat luar biasa.
“Muhammadiyah menyinari negeri tiada henti. Hidup dan hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” kata Hendriawan sebelum menutup sambutannya yang singkat dan langsung mendapat aplaus dari para jamaah Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-113 PCM Manyar.





0 Tanggapan
Empty Comments