
PWMU.CO – Kehidupan yang rukun merupakan harapan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Dengan semangat persaudaraan dan menjauhi permusuhan, akan terwujud lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara yang kondusif.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ahmad Tholhah yang didampingi oleh Sekretaris LDK PWM Jatim, Ahmad Rosyidi, serta Anggota LDK PWM Jatim, Tulis, saat menghadiri undangan dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dalam acara Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama pada Kamis (24/7/2025) di sebuah hotel di Surabaya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan hingga menjangkau akar rumput masyarakat, agar suasana kondusif tetap terjaga.
Terlebih di era saat ini, menurutnya, pengaruh media sosial begitu cepat menyebar sehingga masyarakat harus lebih waspada agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memicu kerusuhan, permusuhan, bahkan menimbulkan korban.
“Bangsa ini dibangun melalui perjuangan besar dengan semangat kerukunan dan persatuan. Meskipun terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama, bangsa Indonesia telah bertekad untuk bersatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dengan Pancasila sebagai dasar negara yang harus kita junjung tinggi bersama,” sambungnya.
Dialog Kerukunan Umat Beragama ini menghadirkan para pakar yang kompeten dalam memperkuat kerukunan dan mengimplementasikan moderasi beragama.
Salah satunya adalah Prof Dr Ali Azis MAg, yang menyoroti pentingnya menjaga kerukunan di tengah kehidupan masyarakat yang plural. Ia menekankan perlunya saling menghormati, menghargai, serta membangun silaturahmi antarumat beragama.
Pemateri berikutnya, Dr HM Hasan Ubaidillah SHI MSi. Ia mengulas isu-isu terkini seputar kondisi kerukunan di Indonesia. Ia juga mengingatkan agar jangan sampai kerukunan rusak akibat sikap egois yang hanya mementingkan kepentingan masing-masing pihak.
Pemateri berikutnya, Dr H Sholahuddin. Ia menyoroti arus utama pemikiran yang menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan dalam kerukunan dan moderasi beragama. Ia mengajak untuk memiliki pemikiran yang lebih luas serta cara pandang yang holistik dalam menyikapi perbedaan.
Menurutnya, saat ini dibutuhkan kebersamaan dalam memperkuat kerukunan. Perbedaan yang ada harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan konflik.
“Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan agar kita mampu saling menerima dan berfastabiqul khairat,” tutur Sholahuddin.
Ia juga menyampaikan bahwa saling menghormati dan menghargai antarindividu maupun antarkelompok merupakan hal yang sangat penting.
“Jangan membanding-bandingkan kelompok atau organisasi kemasyarakatan, tetapi teruslah merajut persaudaraan dan memperkuat kerukunan,” tegasnya.
Menurutnya, kekerasan dan konflik tidak akan terjadi jika kita saling menghargai dan menghormati, karena agama mengajarkan pentingnya membangun relasi sosial yang kondusif sebagai perwujudan nilai-nilai spiritual.
“Berbagai bentuk permusuhan dan kekerasan bukanlah cerminan ajaran agama. Oleh karena itu, tingkatkan spiritualitas agar kehidupan beragama menjadi tercerahkan, dan wujudkan akhlakul karimah sebagai bingkai untuk membangun kerukunan, persaudaraan, dan persatuan,” pesannya. (*)
Penulis Andi Hariyadi Editor Ni’matul Faizah


0 Tanggapan
Empty Comments