Semangat penguatan militansi dan kolektivitas kader mewarnai kegiatan kajian dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113 yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Ahad (4/1/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Lokakarya Reflektif dan Pengokohan Kolektivitas Kohesi Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah” ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kedungpring.
Kajian tersebut menghadirkan Drs. HM. Anwar, M.Pd, anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Anwar menegaskan bahwa militansi kader merupakan ruh gerakan yang menentukan keberlanjutan dakwah dan perjuangan Muhammadiyah, khususnya di kalangan pelajar.
“Organisasi tidak akan bergerak maju tanpa kader yang militan. Militansi bukan soal keras atau fanatik sempit, tetapi tentang kesungguhan, ketahanan, dan keikhlasan dalam berjuang,” tegasnya di hadapan peserta kajian.
Materi kajian yang disampaikan Anwar bertajuk “5 Tips Menjadi Kader Militan”. Dia menjabarkan lima karakter utama yang perlu dimiliki kader IPM agar mampu menjadi penggerak organisasi yang tangguh dan berdaya tahan.
Pertama, responsif. Menurut Anwar, kader IPM harus peka dan cepat tanggap terhadap persoalan umat, pelajar, maupun dinamika persyarikatan. “Kader yang baik tidak boleh abai terhadap realitas sosial di sekitarnya,” ujarnya.
Kedua, memiliki kesungguhan yang kuat. Kesungguhan disebut sebagai modal utama dalam berproses di organisasi. Tanpa keseriusan, kader akan mudah lelah dan berhenti di tengah jalan.
Ketiga, sabar, tabah, dan kuat. Anwar mengingatkan bahwa dinamika organisasi tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pendapat, kritik, bahkan konflik adalah bagian dari proses pendewasaan kader. Karena itu, sikap sabar dan ketangguhan mental menjadi kunci.
Keempat, mengerahkan segenap tenaga dan potensi. Militansi, lanjutnya, tercermin dari totalitas dan keikhlasan dalam berkontribusi. “Ber-IPM bukan soal seberapa besar jabatan, tetapi seberapa besar pengabdian,” tuturnya.
Kelima, mampu mengatasi segala masalah. Kader militan diharapkan memiliki kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menyikapi persoalan, serta bertanggung jawab atas setiap amanah yang diemban.
Kajian ini diikuti oleh kader PC IPM Kedungpring serta peserta undangan dari PC IPM Modo, PC IPM Babat, dan wilayah sekitarnya. Kehadiran lintas cabang tersebut semakin memperkuat nuansa kolektivitas dan kebersamaan antar kader IPM.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungpring, Pimpinan Cabang Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Kedungpring, Ketua Umum PD IPM Lamongan Dimas Julian Arman, serta Anggota DPRD Kabupaten Lamongan, H. Ahmad. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses kaderisasi dan penguatan ideologi IPM.
Ketua Umum PD IPM Lamongan dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan kajian tersebut. Ia menilai forum seperti ini penting sebagai ruang refleksi bersama agar kader tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga matang secara ideologis dan spiritual.
Secara keseluruhan, kajian “5 Tips Menjadi Kader Militan” berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Diskusi yang terbangun tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menguatkan komitmen bersama untuk terus berkhidmat di Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Melalui kegiatan ini, PC IPM Kedungpring berharap militansi dan kohesi kader semakin kokoh, sejalan dengan semangat Milad Muhammadiyah ke-113, yakni memperteguh peran pelajar sebagai pelanjut estafet dakwah dan perjuangan persyarikatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments