Semangat kepedulian sosial terus digelorakan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Pakis, Surabaya. Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, lembaga ini kembali menggelar agenda rutin tahunan berupa penyaluran santunan bagi warga yang membutuhkan di lingkungan sekitar.
Kegiatan yang bertajuk “Santunan Ibu-Ibu Janda se-RW 04 Pakis Gunung” ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan para penerima manfaat serta pengurus lembaga, Selasa (17/3/2026).
Kepala LKSA Muhammadiyah Pakis, Heri Irwanto, menjelaskan bahwa program ini bukanlah hal baru, melainkan tradisi yang sudah terjaga selama bertahun-tahun.
”Ini termasuk program tahunan yang sejak dulu, bahkan saat saya masih menjadi anak asuh sampai sekarang sudah mengelola, terus kita jalankan,” ujarnya.
Dalam agenda kali ini, fokus santunan diberikan kepada warga senior dan anak-anak yang menempuh pendidikan di bawah naungan lembaga. Adapun rincian penerima santunan meliputi:
-120 Ibu Janda yang berdomisili di wilayah RW 04 Pakis Gunung, Surabaya.
-55 Anak, yang terdiri dari santri, penerima beasiswa, serta anak asuh baik yang menetap di asrama maupun non-asrama.
Heri menekankan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih lembaga kepada lingkungan sekitar yang selama ini telah mendukung keberadaan LKSA.
Melalui kegiatan ini, LKSA Muhammadiyah Pakis berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara donatur dan masyarakat.
”Harapannya bisa tetap istiqomah dan jumlah donaturnya semakin banyak. Insyaallah, jika dukungan semakin besar, maka semakin banyak pula saudara-saudara kita yang bisa kami santuni,” harapnya.
Kebermanfaatan Muhammadiyah untuk Sekitar
Sementara itu, Ketua MPKS PDM Surabaya, Ferry Yudi Antonis Saputra, S.H.I., M.Pd.I., menyatakan bahwa, program-program yang dijalankan saat ini merupakan langkah nyata untuk memastikan kebermanfaatan Muhammadiyah dirasakan secara langsung oleh warga sekitar.
Ia menekankan bahwa, gerakan ini dilakukan secara kolektif kolegial oleh seluruh jajaran pengurus, terutama para kepala Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
”Program ini luar biasa karena mendekatkan gerakan Al-Ma’un kepada masyarakat. Jadi, kebermanfaatannya benar-benar dirasakan langsung,” ujarnya.
Ferry menjelaskan bahwa, semangat yang diusung oleh para kepala LKSA di Surabaya sejatinya adalah manifestasi dari nilai-nilai yang diajarkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Spirit untuk peduli kepada kaum dhuafa dan anak yatim menjadi fondasi utama dalam setiap aksi sosial yang dilakukan.
Ia berharap, sinergi yang terjalin dapat terus konsisten sehingga masyarakat sekitar panti asuhan atau LKSA dapat menikmati manfaat yang lebih luas.
Ke depan, MPKS PDM Surabaya menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat. Namun, Ferry menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari peran serta para donatur.
”Kami memohon doa dari warga sekitar agar para donatur dilancarkan rezekinya dan dimudahkan segala urusannya,” tuturnya.
Menurutnya, kesejahteraan para donatur akan berdampak langsung pada operasional panti, yang pada akhirnya akan kembali lagi kepada masyarakat dalam bentuk bantuan yang lebih besar.
Dengan semangat gotong royong ini, MPKS PDM Surabaya optimis bahwa gerakan Al-Ma’un akan terus tumbuh dan menjadi solusi nyata bagi persoalan sosial di Kota Surabaya. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan lurah pakis, Ketua RW 04 Pakis Gunung Surabaya Arief Soerjono, jajaran PCM Sawahan, jajaran PRM Pakis, sesepuh, serta warga sekitar yang diundang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments