
PWMU.CO – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sepanjang Taman Sidoarjo Gelar Seminar “Bijak Kelola Sampah Edukasi Generasi Peduli”, Sabtu (01/02/2025).
Ketua Panitia Seminar, Siti Muklatin SPd menyampaikan seminar ini diselenggarakan di Aula RS Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang. Acara ini diikuti 143 peserta terdiri dari mulai Pimpinan Harian PCA Sepanjang, Perwakilan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Cabang Sepanjang, perwakilan kader GRASS, Perwakilan Iwama KB-TK Aisyiyah se-Cabang Sepanjang, hingga seluruh Kepala Sekolah KB-TK Aisyiyah se-Cabang Sepanjang.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT dan Silwana Mumthaza SSi MPd, mereka berasal dari Pusat Studi Lingkungan Lab Saintek Umsida dan PDA Sidoarjo.
Tatin menerangkan seminar ini diselenggarakan oleh LLHPB Cabang Sepanjang yang bekerja sama dengan Majelis Kesehatan dan Majelis Paudasmen Cabang Aisyiyah Sepanjang.
“Kami ucapkan terima kasih kepada RS Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang sebagai tempat terselenggaranya acara ini dengan tempat yang megah dan bagus, seluruh panitia dan adik-adik dari SMK Vocatama Muhammadiyah Sepanjang yang turut serta membantu mendokumentasikan acara ini dengan baik,” ujarnya.
Kami berharap semoga acara seminar yang bertema “Bijak Kelola Sampah Edukasi Generasi Peduli” ini dapat berjalan dengan lancar, interaktif, dan bermanfaat bagi kita semua dan ilmu yang kita dapatkan bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT menyampaikan, “Ayo kita bijak mengelola sampah, banyak sampah organik ada di sekitar lingkungan kita, bahan sisa kita memasak di rumah, seperti sayuran, dan buah-buahan dapat kita manfaatkan menjadi Eco Enzyme (EE),” tutur Syamsudduha.
Syamsudduha menerangkan EE pertama kali diperkenalkan oleh Dr Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik.
EE adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. EE dapat dibuat dengan perbandingan 1:3:10 (1 untuk gula, 3 untuk sayuran/buah-buahan, dan 10 untuk air).
Cukup sederhana cara membuatnya, bisa ditaruh di bekas galon air mineral, setelah beberapa hari dan minggu terjadi fermentasi, maka pupuk organik EE dapat digunakan pupuk tanaman yang ada di sekitar kita sesuai kebutuhan yang ada.
Bila kita semua dapat memanfaatkan EE di lingkungan kita, maka banyak manfaatnya di antaranya, mengurangi sampah, meningkatkan kualitas udara, menjernihkan air, memperbaiki kualitas tanah, menambah subur tanaman, dan dapat meningkatkan hasil panen pertanian.
Sedangkan Silwana Mumthaza SSi MPd, beserta tim dalam seminar kali ini menyampaikan pentingnya kita bijak dalam mengelola dan menggunakan air, karena air adalah sumber kehidupan kita semua.
Ia mejelaskan, air adalah pangkal penciptaan dan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk Allah SWT, serta merupakan sarana kehidupan, baik untuk ibadah, sanitasi, maupun produksi.
Air merupakan anugerah Allah SWT yang wajib disyukuri melalui pengembangan sikap positif dalam pemanfaatan air yang berasas kesetaraan, keadilan, kelestarian, keseimbangan, kemanfaatan bersama, dan bertanggung jawab, serta sikap konservasi yang berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa telah terjadi krisis air yang bersifat akut dan berskala global, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas air. Sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid, serta sebagai bagian dari komponen bangsa Indonesia, Muhammadiyah menyadari bahwa dirinya harus terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah krusial yang dihadapi oleh umat manusia.
Mari kita membuat sistem pengolahan limbah domestik di kawasan lingkungan sekitar kita, sehingga dapat menjaga kualitas air. Hal yang dapat dilakukan, misalnya pengolahan limbah domestik cair, pengolahan sampah untuk produk kompos, dan mengembangkan teknologi tepat guna untuk membuat air berkualitas sesuai baku mutu untuk keperluan air minum penduduk di kawasan lingkungan kita.
Agar lebih semangat dalam menjaga lingkungan kita tetap sehat dan bersih, dengan gembira ditutup oleh sebuah yel-yel bersama PCA Sepanjang, peserta, beserta narasumber, yaitu “PCA Sepanjang tanpa plastik lebih fantastik, Stop sampah plastik, yeay, yeay, yeay,”.(*)
Penulis Citra Sri Rohani Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments