Upaya memperkuat basis gerakan Muhammadiyah terus dilakukan melalui konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput.
Hal itu tercermin dalam audiensi yang dilakukan oleh Tim Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tulungagung pada Jumat, 10 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor PDM Tulungagung tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahim kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis mengenai perkembangan organisasi Muhammadiyah di tingkat daerah, khususnya terkait penguatan cabang, ranting, dan pengelolaan masjid sebagai pusat dakwah.
Tim LPCRPM Jawa Timur yang dipimpin oleh Ketua LPCRPM Jatim, Ubaidillah, diterima langsung oleh Ketua PDM Kabupaten Tulungagung Arief Sudjono beserta jajaran pimpinan daerah. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai agenda strategis penguatan struktur Muhammadiyah di wilayah Tulungagung.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah perkembangan Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah di Kabupaten Tulungagung. Diskusi tersebut menyoroti pentingnya revitalisasi peran cabang dan ranting sebagai garda terdepan gerakan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Dalam perspektif LPCRPM, cabang dan ranting bukan hanya struktur administratif organisasi, tetapi merupakan pusat dinamika dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Selain itu, pertemuan juga membahas rencana penyelenggaraan Akademi Marbot yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026 di Masjid Al Fattah Tulungagung. Program ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan masjid Muhammadiyah, sekaligus memperkuat peran marbot sebagai bagian penting dari ekosistem dakwah masjid.
Akademi Marbot diharapkan mampu menghadirkan model pengelolaan masjid yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Ubaidillah menegaskan bahwa pengembangan cabang dan ranting membutuhkan sinergi lintas majelis dan lembaga di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, penguatan basis organisasi tidak dapat dilakukan secara sektoral, tetapi harus dibangun melalui kerja bersama yang terintegrasi.
Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam proses pengembangan organisasi di tingkat akar rumput.
“Pengembangan cabang dan ranting membutuhkan sinergi bersama antar majelis. Selain itu, keterlibatan anak muda sangat strategis untuk meningkatkan ghiroh dakwah di tingkat basis,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan dinamika dakwah Muhammadiyah saat ini yang menghadapi tantangan perubahan sosial yang semakin cepat. Kehadiran generasi muda dinilai dapat menghadirkan energi baru, inovasi, serta pendekatan dakwah yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Tulungagung, Arief Sudjono, menyambut baik kunjungan dan silaturahim yang dilakukan oleh LPCRPM Jawa Timur. Ia menilai bahwa komunikasi intensif antara pimpinan wilayah dan pimpinan daerah merupakan bagian penting dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat koordinasi program.
Menurutnya, pertemuan semacam ini membuka ruang pertukaran informasi mengenai perkembangan organisasi di daerah sekaligus memperkuat peluang sinergi dalam berbagai program pengembangan cabang, ranting, dan masjid.
“Silaturahim ini sangat penting untuk menjalin komunikasi dan informasi terkait perkembangan organisasi. Selain itu juga membuka peluang kerja sama dan sinergi program dalam pengembangan cabang, ranting, dan masjid,” ungkapnya.
Dalam audiensi tersebut, Sekretaris LPCRPM Jawa Timur, Ghozali, juga menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan dakwah persyarikatan. Ia menegaskan bahwa masjid Muhammadiyah harus mampu berfungsi lebih dari sekadar tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang pembinaan jamaah, penguatan ideologi, serta penggerak aktivitas sosial kemasyarakatan.
Dengan demikian, masjid dapat menjadi simpul strategis dalam memperkuat dakwah Muhammadiyah di tingkat komunitas.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota tim LPCRPM Jawa Timur, di antaranya Ridho Pambudhi, Jakfar, Fanani, Taufik, dan Sucipto. Kehadiran mereka memperkaya diskusi yang berlangsung dengan berbagai perspektif mengenai strategi pengembangan organisasi di tingkat cabang dan ranting.
Audiensi berlangsung dalam suasana akrab, terbuka, dan penuh antusiasme. Kedua pihak sepakat bahwa penguatan cabang, ranting, dan masjid merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di masa depan.
Melalui konsolidasi dan sinergi yang terus diperkuat, Muhammadiyah diharapkan mampu semakin memperluas jangkauan dakwahnya serta memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments